حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقْرَأُ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ بِالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ وَنَحْوِهِمَا مِنَ السُّوَرِ ‏.‏
Terjemahan
Narasi Abdullah bin Abbas

Abdullah ibn Ubaydullah berkata: Saya pergi ke Ibnu Abbas menemani beberapa pemuda Banu Hashim. Kami berkata kepada salah seorang dari mereka: Tanyakan kepada Ibnu Abbas: Apakah Rasulullah (ﷺ) membacakan (Al-Qur'an) dalam sholat siang dan sore? Dia menjawab: Tidak. Orang-orang berkata kepadanya: “Mungkin dia membacakan Al-Qur'an dengan tenang. Dia berkata: “Semoga wajahmu tergores (semacam kutukan)! Ini (pernyataan) lebih buruk dari yang sebelumnya.

Dia hanyalah seorang hamba (Allah) yang menerima perintah dari-Nya. Dia memberitakan pesan (ilahi) yang dia bawa bersamanya. Dia tidak memerintahkan apa pun kepada kami (Banu Hashim) secara khusus kecuali orang lain kecuali tiga hal: dia memerintahkan kami untuk melakukan wudhu dengan sempurna, dan tidak menerima sedekah (sadaqah) dan tidak membuat pasangan keledai dengan kuda.