حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ النَّمَرِيُّ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ زِيَادِ بْنِ عِلاَقَةَ، عَنْ أُسَامَةَ بْنِ شَرِيكٍ، قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَأَصْحَابُهُ كَأَنَّمَا عَلَى رُءُوسِهِمُ الطَّيْرُ فَسَلَّمْتُ ثُمَّ قَعَدْتُ فَجَاءَ الأَعْرَابُ مِنْ هَا هُنَا وَهَا هُنَا فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَتَدَاوَى فَقَالَ "تَدَاوَوْا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ دَوَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ الْهَرَمُ "
Terjemahan
Aku mendatangi Nabi (ﷺ) dan para sahabatnya seolah-olah di atas kepala mereka ada burung. Aku mengucapkan salam lalu duduk, kemudian datanglah orang-orang Arab Badui dari sini dan sana, lalu mereka berkata, "Wahai Rasulullah, apakah kami harus berobat?" Beliau bersabda, "Berobatlah, karena Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung tidak meletakkan suatu penyakit melainkan Dia telah meletakkan obat untuknya, kecuali satu penyakit, yaitu pikun (tua)."