Kitab Doa Untuk Hujan (Kitab al-Istisqa')
كتاب الاستسقاء
Bab 5
مَنْ قَالَ أَرْبَعُ رَكَعَاتٍ
Terjadi gerhana matahari pada masa hidup Rasulullah (ﷺ), lalu Rasulullah (ﷺ) keluar menuju masjid, berdiri, lalu bertakbir dan orang-orang membuat barisan di belakangnya. Rasulullah (ﷺ) membaca bacaan yang panjang, kemudian bertakbir dan ruku' dengan panjang. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan bersabda: "Sami' Allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal-hamd." Kemudian beliau berdiri dan membaca bacaan yang panjang, yang lebih pendek dari bacaan yang pertama. Kemudian beliau bertakbir dan ruku' dengan panjang, yang lebih pendek dari ruku' yang pertama. Kemudian beliau bersabda: "Sami' Allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal-hamd." Kemudian beliau melakukan hal yang serupa pada raka'at yang lain, sehingga menyempurnakan empat ruku' dan empat sujud, dan matahari pun tersingkap sebelum beliau beranjak pergi.
Kutayr bin 'Abbas biasa menyampaikan bahwa 'Abdullah bin 'Abbas biasa menyampaikan bahwa Rasulullah (ﷺ) shalat ketika gerhana matahari seperti hadits 'Urwah dari 'Aisyah dari Rasulullah (ﷺ) bahwa beliau mengerjakan shalat dua rakaat, dengan dua kali ruku' pada setiap rakaat.
Gerhana matahari terjadi pada masa Rasulullah (ﷺ), lalu Nabi (ﷺ) mengimami mereka shalat. Beliau membaca surat dari surat-surat yang panjang, ruku' lima kali, dan sujud dua kali. Kemudian beliau bangkit untuk [raka'at] yang kedua, membaca surat dari surat-surat yang panjang, ruku' lima kali, dan sujud dua kali. Setelah itu beliau duduk seperti semula, menghadap kiblat, berdoa hingga gerhana [matahari] tersebut tersingkap (berakhir).
Bahwasanya beliau shalat pada gerhana matahari, lalu beliau membaca, kemudian ruku', kemudian membaca, kemudian ruku', kemudian membaca, kemudian ruku', kemudian membaca, kemudian ruku', kemudian sujud, dan rakaat yang kedua serupa dengan itu.
Bab 6
الْقِرَاءَةِ فِي صَلاَةِ الْكُسُوفِ
Rasulullah (ﷺ) membaca bacaan yang panjang dengan mengeraskan suaranya, yakni pada salat gerhana.
Matahari mengalami gerhana, lalu Rasulullah (ﷺ) shalat bersama orang-orang. Beliau berdiri dengan sangat lama, kira-kira selama bacaan surat Al-Baqarah, kemudian beliau ruku', lalu sisa hadits tersebut dituturkan.
Bab 7
يُنَادَى فِيهَا بِالصَّلاَةِ
Matahari mengalami gerhana, lalu Rasulullah (ﷺ) memerintahkan seseorang yang berseru, "Salat itu dikerjakan berjemaah."
Bab 8
الصَّدَقَةِ فِيهَا
Matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang atau karena kehidupannya. Apabila kalian melihat hal tersebut, maka berdoalah kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung, bertakbirlah, dan bersedekahlah.
Bab 9
الْعِتْقِ فِيهِ
Bab 10
مَنْ قَالَ يَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ
Ketika aku sedang melempar anak panah pada masa hidup Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, matahari mengalami gerak gerhana. Aku lalu melemparkannya dan berkata, 'Sungguh aku akan melihat apa yang diperbaharui bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam gerhana matahari hari ini.' Aku pun mendatanginya sementara beliau mengangkat kedua tangannya, bertasbih, bertahmid, bertahlil, dan berdoa hingga matahari terang kembali. Beliau lalu membaca dua surat dan shalat dua rakaat.
Bab 11
الصَّلاَةِ عِنْدَ الظُّلْمَةِ وَنَحْوِهَا
Bab 12
السُّجُودِ عِنْدَ الآيَاتِ
Dikatakan kepada Ibnu Abbas: "Fulanah, salah seorang istri Nabi, semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada beliau, telah meninggal dunia." Maka dia langsung sujud. Dikatakan kepadanya: "Apakah kamu bersujud pada saat ini?" Dia berkata: "Rasulullah, semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada beliau, bersabda: 'Jika kalian melihat suatu tanda, maka bersujudlah.' Dan tanda apa yang lebih besar daripada wafatnya para istri Nabi, semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada beliau?"