Sunan Abi Dawud

Kitab Doa Untuk Hujan (Kitab al-Istisqa')

كتاب الاستسقاء

Bab 5

مَنْ قَالَ أَرْبَعُ رَكَعَاتٍ

Sunan Abi Dawud 1180
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjadi gerhana matahari pada masa hidup Rasulullah (ﷺ), lalu Rasulullah (ﷺ) keluar menuju masjid, berdiri, lalu bertakbir dan orang-orang membuat barisan di belakangnya. Rasulullah (ﷺ) membaca bacaan yang panjang, kemudian bertakbir dan ruku' dengan panjang. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan bersabda: "Sami' Allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal-hamd." Kemudian beliau berdiri dan membaca bacaan yang panjang, yang lebih pendek dari bacaan yang pertama. Kemudian beliau bertakbir dan ruku' dengan panjang, yang lebih pendek dari ruku' yang pertama. Kemudian beliau bersabda: "Sami' Allahu liman hamidah, Rabbana wa lakal-hamd." Kemudian beliau melakukan hal yang serupa pada raka'at yang lain, sehingga menyempurnakan empat ruku' dan empat sujud, dan matahari pun tersingkap sebelum beliau beranjak pergi.

Sunan Abi Dawud 1181
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Kutayr bin 'Abbas biasa menyampaikan bahwa 'Abdullah bin 'Abbas biasa menyampaikan bahwa Rasulullah (ﷺ) shalat ketika gerhana matahari seperti hadits 'Urwah dari 'Aisyah dari Rasulullah (ﷺ) bahwa beliau mengerjakan shalat dua rakaat, dengan dua kali ruku' pada setiap rakaat.

Sunan Abi Dawud 1182
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Gerhana matahari terjadi pada masa Rasulullah (ﷺ), lalu Nabi (ﷺ) mengimami mereka shalat. Beliau membaca surat dari surat-surat yang panjang, ruku' lima kali, dan sujud dua kali. Kemudian beliau bangkit untuk [raka'at] yang kedua, membaca surat dari surat-surat yang panjang, ruku' lima kali, dan sujud dua kali. Setelah itu beliau duduk seperti semula, menghadap kiblat, berdoa hingga gerhana [matahari] tersebut tersingkap (berakhir).

Sunan Abi Dawud 1183
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Bahwasanya beliau shalat pada gerhana matahari, lalu beliau membaca, kemudian ruku', kemudian membaca, kemudian ruku', kemudian membaca, kemudian ruku', kemudian membaca, kemudian ruku', kemudian sujud, dan rakaat yang kedua serupa dengan itu.

Sunan Abi Dawud 1184
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ketika aku dan seorang anak laki-laki dari kalangan Ansar sedang memanah pada dua sasaran kami, matahari berada setinggi dua atau tiga tombak dari ufuk di mata orang yang melihatnya. Matahari itu menghitam hingga tampak seperti tanaman tennumah.

Salah seorang dari kami berkata kepada sahabatnya: Mari kita pergi ke masjid; demi Allah, sungguh peristiwa matahari ini akan mendatangkan suatu perkara yang baru bagi umat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Maka kami pun bergegas pergi, tiba-tiba beliau (Nabi) telah keluar dan maju ke depan, lalu beliau mendirikan salat. Beliau berdiri bersama kami selama-lamanya waktu berdiri dalam suatu salat yang pernah beliau lakukan bersama kami, namun kami tidak mendengar suara beliau. Kemudian beliau rukuk bersama kami dengan rukuk yang paling lama dari yang pernah beliau lakukan dalam suatu salat, namun kami tidak mendengar suara beliau. Kemudian beliau sujud bersama kami dengan sujud yang paling lama dari yang pernah beliau lakukan dalam suatu salat, namun kami tidak mendengar suara beliau. Kemudian beliau melakukan hal yang serupa pada rakaat yang lain. Keterangan matahari kembali terang bertepatan dengan duduk beliau pada rakaat kedua. Kemudian beliau mengucapkan salam. Setelah itu beliau berdiri lalu memuji Allah, menyanjung-Nya, dan bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah serta bersaksi bahwa beliau adalah hamba dan rasul-Nya. Kemudian Ahmad bin Yunus melanjutkan penyebutan khotbah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Sunan Abi Dawud 1185
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu beliau keluar dalam keadaan ketakutan sambil menyeret pakaiannya—sementara aku saat itu bersamanya di Madinah—lalu beliau shalat dua rakaat dan memperlama berdiri pada keduanya. Kemudian beliau berpaling (selesai shalat) dan matahari telah terang kembali, lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya tanda-tanda ini ditujukan Allah untuk menakut-nakuti hamba-hamba-Nya. Apabila kalian melihat hal tersebut, maka shalatlah seperti shalat wajib yang pernah kalian kerjakan."

Sunan Abi Dawud 1186
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Bahwa matahari mengalami gerhana—dengan makna yang serupa dengan hadis Musa—ia berkata: Hingga bintang-bintang nampak.

Bab 6

الْقِرَاءَةِ فِي صَلاَةِ الْكُسُوفِ

Sunan Abi Dawud 1187
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluar dan mengimami orang-orang shalat. Beliau berdiri dan aku memperkirakan bacaannya, lalu aku mendapati bahwa beliau membaca Surah Al-Baqarah—lalu perawi menuturkan kelanjutan hadis tersebut—kemudian beliau sujud dua kali. Setelah itu beliau berdiri dan memperpanjang bacaannya, lalu aku memperkirakan bacaannya dan mendapati bahwa beliau membaca Surah Ali 'Imran.

Sunan Abi Dawud 1188
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Rasulullah (ﷺ) membaca bacaan yang panjang dengan mengeraskan suaranya, yakni pada salat gerhana.

Sunan Abi Dawud 1189
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Matahari mengalami gerhana, lalu Rasulullah (ﷺ) shalat bersama orang-orang. Beliau berdiri dengan sangat lama, kira-kira selama bacaan surat Al-Baqarah, kemudian beliau ruku', lalu sisa hadits tersebut dituturkan.

Bab 7

يُنَادَى فِيهَا بِالصَّلاَةِ

Sunan Abi Dawud 1190
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Matahari mengalami gerhana, lalu Rasulullah (ﷺ) memerintahkan seseorang yang berseru, "Salat itu dikerjakan berjemaah."

Bab 8

الصَّدَقَةِ فِيهَا

Sunan Abi Dawud 1191
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Matahari dan bulan tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang atau karena kehidupannya. Apabila kalian melihat hal tersebut, maka berdoalah kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung, bertakbirlah, dan bersedekahlah.

Bab 9

الْعِتْقِ فِيهِ

Sunan Abi Dawud 1192
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa memerintahkan kami untuk memerdekakan budak pada salat gerhana.

Bab 10

مَنْ قَالَ يَرْكَعُ رَكْعَتَيْنِ

Sunan Abi Dawud 1193
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu beliau shalat dua rakaat demi dua rakaat seraya berdoa mengenai hal itu hingga gerhana tersebut tersingkap (berakhir).

Sunan Abi Dawud 1194
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah ﷺ. Lalu Rasulullah ﷺ berdiri dan hampir-hampir tidak rukuk, kemudian beliau rukuk dan hampir-hampir tidak mengangkat (kepalanya), kemudian beliau mengangkat kepalanya dan hampir-hampir tidak sujud, kemudian beliau sujud dan hampir-hampir tidak mengangkat (kepalanya), kemudian beliau mengangkat (kepalanya) dan hampir-hampir tidak sujud, kemudian beliau sujud dan hampir-hampir tidak mengangkat (kepalanya), kemudian beliau mengangkat kepalanya. Beliau melakukan hal yang serupa pada rakaat yang lain, kemudian beliau meniup pada akhir sujudnya seraya berkata, "Uh, uh!" Kemudian beliau berdoa, "Wahai Rabbku, bukankah Engkau telah menjanjikan kepadaku untuk tidak mengazab mereka sementara aku berada di tengah-tengah mereka? Bukankah Engkau telah menjanjikan kepadaku untuk tidak mengazab mereka sementara mereka memohon ampunan kepada-Mu?" Maka Rasulullah ﷺ selesai dari salatnya, sedangkan matahari telah terang kembali, dan perawi melanjutkan hadis tersebut.

Sunan Abi Dawud 1195
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Ketika aku sedang melempar anak panah pada masa hidup Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, matahari mengalami gerak gerhana. Aku lalu melemparkannya dan berkata, 'Sungguh aku akan melihat apa yang diperbaharui bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam gerhana matahari hari ini.' Aku pun mendatanginya sementara beliau mengangkat kedua tangannya, bertasbih, bertahmid, bertahlil, dan berdoa hingga matahari terang kembali. Beliau lalu membaca dua surat dan shalat dua rakaat.

Bab 11

الصَّلاَةِ عِنْدَ الظُّلْمَةِ وَنَحْوِهَا

Sunan Abi Dawud 1196
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Terjadi kegelapan pada masa Anas bin Malik. Ia berkata: Aku lalu mendatangi Anas dan bertanya, 'Wahai Abu Hamzah, apakah hal seperti ini pernah menimpa kalian pada masa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam?' Ia menjawab, 'Aku berlindung kepada Allah! Jika angin bertiup kencang, kami segera bergegas menuju masjid karena takut akan (datangnya) Kiamat.'

Bab 12

السُّجُودِ عِنْدَ الآيَاتِ

Sunan Abi Dawud 1197
Tampilkan teks Arab
Terjemahan

Dikatakan kepada Ibnu Abbas: "Fulanah, salah seorang istri Nabi, semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada beliau, telah meninggal dunia." Maka dia langsung sujud. Dikatakan kepadanya: "Apakah kamu bersujud pada saat ini?" Dia berkata: "Rasulullah, semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada beliau, bersabda: 'Jika kalian melihat suatu tanda, maka bersujudlah.' Dan tanda apa yang lebih besar daripada wafatnya para istri Nabi, semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada beliau?"