حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ سُفْيَانَ، حَدَّثَنَا عَطَاءُ بْنُ السَّائِبِ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، عَلَيْهِ السَّلاَمُ أَنَّ رَجُلاً، مِنَ الأَنْصَارِ دَعَاهُ وَعَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍفَسَقَاهُمَا قَبْلَ أَنْ تُحَرَّمَ الْخَمْرُ فَأَمَّهُمْ عَلِيٌّ فِي الْمَغْرِبِ فَقَرَأَ ‏‏{‏ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ‏}‏ فَخَلَطَ فِيهَا فَنَزَلَتْ ‏‏{‏ لاَ تَقْرَبُوا الصَّلاَةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ ‏}‏ ‏.‏
Terjemahan

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Sufyan, telah menceritakan kepada kami 'Atha' bin as-Sa'ib, dari Abu 'Abdurrahman as-Sulami, dari 'Ali bin Abi Thalib —alaihissalam— bahwa seorang laki-laki dari kaum Ansar mengundangnya dan 'Abdurrahman bin 'Auf, lalu memberi keduanya minuman khamr sebelum diharamkan. Kemudian 'Ali mengimami mereka pada salat Maghrib, lalu membaca:

«Katakanlah: Wahai orang-orang kafir!»

Namun ia keliru di dalamnya. Maka turunlah ayat:

«Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu mengetahui apa yang kamu ucapkan».