Aku keluar bersama ayahku untuk menyaksikan haji Rasulullah ﷺ. Aku melihat Rasulullah ﷺ dan aku mendengar orang-orang berkata, "Rasulullah ﷺ." Maka aku pun menatapnya dengan saksama. Ayahku mendekatinya ketika beliau menunggang unta betinanya; beliau membawa cambuk seperti cambuk para juru tulis. Aku mendengar orang-orang Badui dan orang-orang berkata, "Cambuk, cambuk." Ayahku mendekatinya lalu memegang kakinya. Dia (Maimunah) berkata: Maka dia mengakui kenabiannya dan berdiri serta mendengarkannya.
Dia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah bernazar jika aku dikaruniai anak laki-laki, aku akan menyembelih sejumlah kambing di Buwānah di jalan perbukitan. (Perawi berkata: Aku tidak tahu, hanya saja dia (Maimunah) berkata: Lima puluh.) Rasulullah ﷺ bersabda, "Apakah di antara kambing-kambing itu ada berhala?" Dia menjawab, "Tidak." Beliau bersabda, "Penuhilah nazarmu yang engkau ucapkan karena Allah." Dia (Maimunah) berkata: Maka dia mengumpulkan kambing-kambing itu lalu mulai menyembelihnya. Seekor kambing lari dari kumpulan itu. Dia mencarinya sambil berkata, "Ya Allah, penuhilah nazar dariku." Maka dia menemukannya lalu menyembelihnya.