حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي عَمْرٌو، - يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ - عَنِ ابْنِ الْهَادِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يُونُسَ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ حِينَ نَزَلَتْ آيَةُ الْمُتَلاَعِنَيْنِ ‏"‏أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَدْخَلَتْ عَلَى قَوْمٍ مَنْ لَيْسَ مِنْهُمْ فَلَيْسَتْ مِنَ اللَّهِ فِي شَىْءٍ وَلَنْ يُدْخِلَهَا اللَّهُ جَنَّتَهُ وَأَيُّمَا رَجُلٍ جَحَدَ وَلَدَهُ وَهُوَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ احْتَجَبَ اللَّهُ مِنْهُ وَفَضَحَهُ عَلَى رُءُوسِ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ ‏"
Terjemahan

Ketika ayat tentang orang-orang yang saling melaknat turun, aku mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Wanita mana pun yang memasukkan ke tengah-tengah suatu kaum seseorang yang bukan dari golongan mereka, maka ia tidak ada urusan sedikit pun dengan Allah, dan Allah tidak akan memasukkannya ke dalam surga-Nya. Dan laki-laki mana pun yang mengingkari anaknya padahal ia melihatnya, Allah akan menutup diri dari-Nya dan menghinakannya di hadapan orang-orang terdahulu dan kemudian."