حَدَّثَنَا ابْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ، قَالَ سَمِعْتُ جَابِرًا، يَقُولُإِنَّ الْيَهُودَ يَقُولُونَ إِذَا جَامَعَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ فِي فَرْجِهَا مِنْ وَرَائِهَا كَانَ وَلَدُهُ أَحْوَلَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى { نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ } .
Terjemahan
Jabir berkata: Orang-orang Yahudi biasa berkata, "Apabila seorang laki-laki menyetubuhi istrinya pada kemaluannya dari belakang, maka anak mereka akan lahir juling." Maka Allah Yang Maha Tinggi menurunkan ayat:
Istri-istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah ladang kalian bagaimanapun yang kalian kehendaki.