Seorang lelaki masuk ke dalam masjid lalu menyebutkan hal yang serupa. Ia berkata di dalamnya: Nabi (ﷺ) bersabda: "Tidaklah sempurna salat seseorang di antara manusia sehingga ia berwudhu —maksudnya tempat-tempat wudhunya— kemudian bertakbir, memuji Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung, mengagungkan-Nya, dan membaca apa yang mudah dari Al-Quran. Kemudian ia membaca: Allah Maha Besar, lalu rukuk hingga sendi-sendinya tenang, kemudian membaca: Allah mendengarkan orang yang memuji-Nya hingga ia berdiri tegak, kemudian membaca: Allah Maha Besar, lalu sujud hingga sendi-sendinya tenang, kemudian membaca: Allah Maha Besar dan mengangkat kepalanya hingga duduk dengan lurus, kemudian membaca: Allah Maha Besar, lalu sujud hingga sendi-sendinya tenang, kemudian mengangkat kepalanya dan bertakbir. Apabila ia melakukan hal tersebut, maka salatnya telah sempurna."
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلاَّدٍ، عَنْ عَمِّهِ، أَنَّ رَجُلاً، دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَذَكَرَ نَحْوَهُ قَالَ فِيهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " إِنَّهُ لاَ تَتِمُّ صَلاَةٌ لأَحَدٍ مِنَ النَّاسِ حَتَّى يَتَوَضَّأَ فَيَضَعَ الْوُضُوءَ " . يَعْنِي مَوَاضِعَهُ " ثُمَّ يُكَبِّرُ وَيَحْمَدُ اللَّهَ جَلَّ وَعَزَّ وَيُثْنِي عَلَيْهِ وَيَقْرَأُ بِمَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَرْكَعُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ ثُمَّ يَقُولُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَائِمًا ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَسْجُدُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَيَرْفَعُ رَأْسَهُ حَتَّى يَسْتَوِيَ قَاعِدًا ثُمَّ يَقُولُ اللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَسْجُدُ حَتَّى تَطْمَئِنَّ مَفَاصِلُهُ ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَيُكَبِّرُ فَإِذَا فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ تَمَّتْ صَلاَتُهُ " .
Terjemahan
Diriwayatkan Rifa'ah bin Rafi'