حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ غَانِمٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زِيَادٍ، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ عَبْدٍ الْمَعَافِرِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقُولُ "ثَلاَثَةٌ لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُمْ صَلاَةً مَنْ تَقَدَّمَ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَرَجُلٌ أَتَى الصَّلاَةَ دِبَارًا " . وَالدِّبَارُ أَنْ يَأْتِيَهَا بَعْدَ أَنْ تَفُوتَهُ " وَرَجُلٌ اعْتَبَدَ مُحَرَّرَهُ "
Terjemahan
Narasi Abdullah bin Umar
Rasulullah (ﷺ) biasa bersabda: "Ada tiga golongan yang shalatnya tidak diterima oleh Allah: Seseorang yang menjadi imam bagi suatu kaum padahal mereka membencinya, seorang laki-laki yang mendatangi shalat secara dibar" —dan dibar adalah mendasarinya setelah shalat itu luput— "dan seorang laki-laki yang memperbudak orang yang telah merdeka."