حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ، حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ، - يَعْنِي الْفَزَارِيَّ - عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ مُحَارِبِ بْنِ دِثَارٍ، قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ يَزِيدَ، يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ حَدَّثَنِي الْبَرَاءُ، أَنَّهُمْ كَانُوايُصَلُّونَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَإِذَا رَكَعَ رَكَعُوا وَإِذَا قَالَ " سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ " . لَمْ نَزَلْ قِيَامًا حَتَّى يَرَوْهُ قَدْ وَضَعَ جَبْهَتَهُ بِالأَرْضِ ثُمَّ يَتَّبِعُونَهُ صلى الله عليه وسلم .
Terjemahan
Al-Barah (b. Azib) berkata; Mereka (para sahabat) biasa shalat bersama Rasulullah (ﷺ). Ketika dia membungkuk, mereka membungkuk; dan ketika dia berkata: “Allah mendengarkan orang yang memuji dia”, mereka tetap berdiri sampai mereka melihat bahwa dia meletakkan dahinya di tanah.
Mereka biasa shalat bersama Rasulullah (ﷺ), dan apabila beliau ruku', mereka ikut ruku', dan apabila beliau mengucapkan, 'Allah mendengarkan orang yang memuji-Nya,' tidak seorang pun dari kami yang membungkukkan punggungnya sampai ia melihat bahwa Rasulullah (ﷺ) telah meletakkan keningnya di tanah, kemudian mereka mengikutinya (ﷺ).