حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ مَيْسَرَةَ، حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم نَهَى أَنْيُبَالَ فِي الْجُحْرِ ‏.‏قَالَ قَالُوا لِقَتَادَةَ مَا يُكْرَهُ مِنَ الْبَوْلِ فِي الْجُحْرِ قَالَ كَانَ يُقَالُ إِنَّهَا مَسَاكِنُ الْجِنِّ
Terjemahan
Narasi Abdullah bin Sarjis

Ubaidullah bin Umar bin Maisarah menceritakan kepada kami: Mu'adz bin Hisyam menceritakan kepada kami: Ayahku menceritakan kepadaku, dari Qatadah, dari Abdullah bin Sarjis, bahwa Rasulullah (ﷺ) melarang kencing di dalam lubang.

Ia berkata: Mereka bertanya kepada Qatadah: "Apa yang tidak disukai dari kencing di dalam lubang?" Ia menjawab: "Dulu dikatakan bahwa itu adalah tempat tinggal bangsa jin."