حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا عَنْبَسَةُ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلميَسْتَنُّ وَعِنْدَهُ رَجُلاَنِ أَحَدُهُمَا أَكْبَرُ مِنَ الآخَرِ فَأُوحِيَ إِلَيْهِ فِي فَضْلِ السِّوَاكِ " أَنْ كَبِّرْ " . أَعْطِ السِّوَاكَ أَكْبَرَهُمَا .قَالَ أَحْمَدُ - هُوَ ابْنُ حَزْمٍ - قَالَ لَنَا أَبُو سَعِيدٍ هُوَ ابْنُ الأَعْرَابِيِّ هَذَا مِمَّا تَفَرَّدَ بِهِ أَهْلُ الْمَدِينَةِ
Terjemahan
Narasi Aisha, Ummul Mu'minin
Rasulullah (ﷺ) sedang bersiwak (menggunakan siwak) sedangkan di sisinya ada dua orang laki-laki, yang satu lebih tua daripada yang lainnya. Lalu turunlah wahyu kepadanya mengenai keutamaan siwak: "Dahulukanlah yang lebih tua," atau "Berikanlah siwak kepada yang lebih tua di antara keduanya." Ahmad — yaitu Ibnu Hazm — berkata: Abu Sa'id — yaitu Ibnu al-A'rabi — berkata: Ini adalah termasuk riwayat yang hanya diriwayatkan oleh penduduk Madinah.