حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى، حَدَّثَنَا ابْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ حَبِيبِ بْنِ صَالِحٍ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ شُرَيْحٍ الْحَضْرَمِيِّ، عَنْ أَبِي حَىٍّ الْمُؤَذِّنِ، عَنْ ثَوْبَانَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ثَلاَثٌ لاَ يَحِلُّ لأَحَدٍ أَنْ يَفْعَلَهُنَّ لاَ يَؤُمُّ رَجُلٌ قَوْمًا فَيَخُصُّ نَفْسَهُ بِالدُّعَاءِ دُونَهُمْ فَإِنْ فَعَلَ فَقَدْ خَانَهُمْ وَلاَ يَنْظُرُ فِي قَعْرِ بَيْتٍ قَبْلَ أَنْ يَسْتَأْذِنَ فَإِنْ فَعَلَ فَقَدْ دَخَلَ وَلاَ يُصَلِّي وَهُوَ حَقِنٌ حَتَّى يَتَخَفَّفَ ‏"‏ ‏.‏
Terjemahan
Narasi Thawban

Rasulullah (ﷺ) bersabda: "Tiga hal yang tidak dihalalkan bagi seseorang untuk melakukannya: Seseorang mengimami suatu kaum lalu ia mengkhususkan doa untuk dirinya sendiri tanpa menyertakan mereka; jika ia melakukannya, maka ia telah mengkhianati mereka. Melihat ke dalam bagian dalam sebuah rumah sebelum meminta izin; jika ia melakukannya, maka ia telah memasukinya. Dan seseorang mendirikan shalat dalam keadaan menahan buang air (kencing atau besar) hingga ia meringankan diri (menyelesaikannya terlebih dahulu)."