حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ، حَدَّثَنَا حَفْصٌ، - يَعْنِي ابْنَ غِيَاثٍ - عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عَبْدِ خَيْرٍ، عَنْ عَلِيٍّ، - رضى الله عنه - قَالَ لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلميَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ .
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ali bin Abutalib
Muhammad bin al-Ala' menceritakan kepada kami, Hafs —yang dimaksud adalah Ibnu Ghiyath— menceritakan kepada kami, dari al-A'mash, dari Abu Ishaq, dari Abd Khayr, dari Ali radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Andainya agama ini didasarkan pada akal pikiran (pendapat semata), niscaya bagian bawah khuff (sepatu/kaus kaki dari kulit) lebih utama untuk diusap daripada bagian atasnya. Namun, sungguh aku telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap bagian atas kedua khuff-nya."