Muhammad bin al-Ala' menceritakan kepada kami, Hafs bin Ghiyath menceritakan kepada kami dari Al-A'mash, dengan hadith ini, ia berkata: «Seandainya agama itu didasarkan pada akal pikiran semata, niscaya bagian bawah kedua kaki lebih berhak untuk diusap daripada bagian atasnya. Namun, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap bagian atas kedua khuff (sepatu kulit) beliau.» Waki' meriwayatkannya dari sanadnya dari Al-A'mash, ia berkata: «Dulu aku berpendapat bahwa bagian bawah kedua kaki lebih berhak untuk diusap daripada bagian atasnya, sehingga aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap bagian atas keduanya.» Waki' berkata: «Yang dimaksud adalah kedua khuff.» Dan 'Isa bin Yunus meriwayatkannya dari Al-A'mash sebagaimana Waki' meriwayatkannya. Dan Abu al-Sawda' meriwayatkannya dari Ibnu Abd Khair, dari ayahnya, ia berkata: «Aku melihat 'Ali berwudhu, lalu ia membasuh bagian atas kedua kakinya dan berkata: "Sekiranya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan hal ini..."» Lalu ia meneruskan riwayat hadith tersebut secara lengkap.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلاَءِ، حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ غِيَاثٍ، عَنِ الأَعْمَشِ، بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ بَاطِنُ الْقَدَمَيْنِ أَحَقَّ بِالْمَسْحِ مِنْ ظَاهِرِهِمَا وَقَدْ مَسَحَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَى ظَهْرِ خُفَّيْهِ وَرَوَاهُ وَكِيعٌ عَنِ الأَعْمَشِ بِإِسْنَادِهِ قَالَ كُنْتُ أُرَى أَنَّ بَاطِنَ الْقَدَمَيْنِ أَحَقُّ بِالْمَسْحِ مِنْ ظَاهِرِهِمَا حَتَّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِهِمَا . قَالَ وَكِيعٌ يَعْنِي الْخُفَّيْنِ . وَرَوَاهُ عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنِ الأَعْمَشِ كَمَا رَوَاهُ وَكِيعٌ وَرَوَاهُ أَبُو السَّوْدَاءِ عَنِ ابْنِ عَبْدِ خَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ رَأَيْتُ عَلِيًّا تَوَضَّأَ فَغَسَلَ ظَاهِرَ قَدَمَيْهِ وَقَالَ لَوْلاَ أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَفْعَلُهُ . وَسَاقَ الْحَدِيثَ
Terjemahan
Sebuah 'mash mentransmisikan tradisi ini dengan mengatakan