Abu Tawbah Ar-Rabi' bin Nafi' menceritakan kepada kami: Ibn Al-Mubarak menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Ishaq, Sadaqah bin Yasar menceritakan kepadaku, dari 'Aqil bin Jabir, dari Jabir, ia berkata: Kami keluar bersama Rasulullah (ﷺ) – yakni dalam perang Dhat ar-Riqa' – lalu seorang laki-laki (dari pihak musuh) mengenai istri seorang laki-laki dari kaum musyrikin. Maka orang itu bersumpah bahwa ia tidak akan berhenti sampai ia menumpahkan darah di kalangan sahabat Muhammad. Ia pun keluar mengikuti jejak Nabi (ﷺ). Nabi (ﷺ) singgah di suatu tempat, lalu beliau bersabda: "Siapa yang akan menjaga kita?" Maka berdirilah seorang laki-laki dari kalangan Muhajirin dan seorang laki-laki dari kalangan Ansar, lalu beliau bersabda: "Berada lah kalian berdua di mulut celah gunung." Ketika kedua orang itu sampai di mulut celah gunung, yang Muhajirin berbaring sedangkan yang Ansar berdiri shalat. Kemudian orang (musuh) itu datang kepada mereka, dan ketika ia melihat bayangan tubuhnya, ia tahu bahwa ia adalah penjaga kaum tersebut. Ia pun memanah dengan sebuah panah dan mengenai sasarannya, namun ia (sahabat tersebut) mencabutnya hingga musuh itu memanah tiga anak panah. Setelah itu ia ruku' dan sujud, lalu membangunkan temannya. Ketika musuh tersebut menyadari bahwa mereka telah menyadari keberadaannya, ia lari. Dan ketika Muhajirin melihat darah yang ada pada Ansar, ia berkata: "Subhanallah! Mengapa engkau tidak membangunkanku pada awal mula ia memanah?" Ia menjawab: "Aku sedang membaca satu surah dan aku tidak suka memutuskannya."
حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنِي صَدَقَةُ بْنُ يَسَارٍ، عَنْ عَقِيلِ بْنِ جَابِرٍ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم - يَعْنِي فِي غَزْوَةِ ذَاتِ الرِّقَاعِ - فَأَصَابَ رَجُلٌ امْرَأَةَ رَجُلٍ مِنَ الْمُشْرِكِينَ فَحَلَفَ أَنْ لاَ أَنْتَهِي حَتَّى أُهَرِيقَ دَمًا فِي أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ فَخَرَجَ يَتْبَعُ أَثَرَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَنَزَلَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم مَنْزِلاً فَقَالَمَنْ رَجُلٌ يَكْلَؤُنَا فَانْتَدَبَ رَجُلٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَرَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَقَالَ " كُونَا بِفَمِ الشِّعْبِ " . قَالَ فَلَمَّا خَرَجَ الرَّجُلاَنِ إِلَى فَمِ الشِّعْبِ اضْطَجَعَ الْمُهَاجِرِيُّ وَقَامَ الأَنْصَارِيُّ يُصَلِّي وَأَتَى الرَّجُلُ فَلَمَّا رَأَى شَخْصَهُ عَرَفَ أَنَّهُ رَبِيئَةٌ لِلْقَوْمِ فَرَمَاهُ بِسَهْمٍ فَوَضَعَهُ فِيهِ فَنَزَعَهُ حَتَّى رَمَاهُ بِثَلاَثَةِ أَسْهُمٍ ثُمَّ رَكَعَ وَسَجَدَ ثُمَّ انْتَبَهَ صَاحِبُهُ فَلَمَّا عَرَفَ أَنَّهُمْ قَدْ نَذِرُوا بِهِ هَرَبَ وَلَمَّا رَأَى الْمُهَاجِرِيُّ مَا بِالأَنْصَارِيِّ مِنَ الدَّمِ قَالَ سَبْحَانَ اللَّهِ أَلاَ أَنْبَهْتَنِي أَوَّلَ مَا رَمَى قَالَ كُنْتُ فِي سُورَةٍ أَقْرَأُهَا فَلَمْ أُحِبَّ أَنْ أَقْطَعَهَا .
Terjemahan
Narasi Jabir ibn Abdullah