حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بْنُ جَابِرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُصْمٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَكَانَتِ الصَّلاَةُ خَمْسِينَ وَالْغُسْلُ مِنَ الْجَنَابَةِ سَبْعَ مِرَارٍ وَغَسْلُ الْبَوْلِ مِنَ الثَّوْبِ سَبْعَ مِرَارٍ فَلَمْ يَزَلْ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْأَلُ حَتَّى جُعِلَتِ الصَّلاَةُ خَمْسًا وَالْغُسْلُ مِنَ الْجَنَابَةِ مَرَّةً وَغَسْلُ الْبَوْلِ مِنَ الثَّوْبِ مَرَّةً .
Terjemahan
Narasi Abdullah bin Umar
Qutaibah bin Sa'id menceritakan kepada kami, Ayyub bin Jabir menceritakan kepada kami, dari 'Abdullah bin 'Asim, dari 'Abdullah bin 'Umar, ia berkata: Shalat pada mulanya berjumlah lima puluh, dan mandi karena janabah (hadas besar) sebanyak tujuh kali, dan mencuci air kencing dari pakaian sebanyak tujuh kali. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa memohon (kepada Allah) hingga shalat dijadikan lima waktu, mandi karena janabah dijadikan sekali, dan mencuci air kencing dari pakaian juga dijadikan sekali.