حَدَّثَنَا هَنَّادٌ، - يَعْنِي ابْنَ السَّرِيِّ - عَنِ ابْنِ أَبِي زَائِدَةَ، أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الأَسْوَدِ، عَنْ سَلِيمِ بْنِ الأَسْوَدِ، أَنَّ أَبَا ذَرٍّ، كَانَ يَقُولُ فِيمَنْ حَجَّ ثُمَّ فَسَخَهَا بِعُمْرَةٍلَمْ يَكُنْ ذَلِكَ إِلاَّ لِلرَّكْبِ الَّذِينَ كَانُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏
Terjemahan

Hannan—maksudnya adalah Ibnu Al-Sari—menceritakan kepada kami dari Ibnu Abi Za'idah: Muhammad bin Ishaq mengabarkan kepada kami, dari 'Abd al-Rahman bin al-Aswad, dari Salim bin al-Aswad, bahwa Abu Dharr biasa berkata mengenai orang yang berhaji kemudian membatalkannya menjadi 'umrah: Hal tersebut tidak berlaku kecuali bagi para musafir berkendaraan yang menyertai Rasulullah (semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada beliau).