حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ، أَخْبَرَنِي ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ، - قَالَ أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ كَلاَمًا مَعْنَاهُ أَنَّهُ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ - عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّاسَ، فِي أَوَّلِ مَا كَانَ الْحَجُّ كَانُوا يَبِيعُونَ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ إِلَى قَوْلِهِ مَوَاسِمِ الْحَجِّ .
Terjemahan
Ahmad bin Shalih menceritakan kepada kami: Ibnu Abi Fudaik menceritakan kepada kami: Ibnu Abi Dhi'ib mengabarkan kepadaku, dari Ubaid bin Umair –Ahmad bin Shalih menyebutkan perkataan yang semakna bahwa ia adalah seorang maula (mantan budak yang dimerdekakan) Ibnu Abbas–, dari Abdullah bin Abbas, bahwa orang-orang pada awal masa disyariatkannya haji biasa melakukan jual beli. –Perawi lalu menyebutkan maknanya sampai pada ucapannya: "Musim-musim haji".