حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنِ الشَّرِيدِ، ‏:‏ أَنَّ أُمَّهُ، أَوْصَتْهُ أَنْ يُعْتِقَ، عَنْهَا رَقَبَةً مُؤْمِنَةً فَأَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ ‏:‏ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي أَوْصَتْ أَنْ أُعْتِقَ عَنْهَا رَقَبَةً مُؤْمِنَةً وَعِنْدِي جَارِيَةٌ سَوْدَاءُ نُوبِيَّةٌ فَذَكَرَ نَحْوَهُ ‏.‏ قَالَ أَبُو دَاوُدَ ‏:‏ خَالِدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَرْسَلَهُ لَمْ يَذْكُرِ الشَّرِيدَ
Terjemahan

Musa bin Isma'il menceritakan kepada kami; Hammad menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin 'Amr, dari Abu Salamah, dari al-Syarid, bahwa ibunya berwasiat kepadanya agar memerdekakan seorang budak mukmin atas namanya. Maka ia mendatangi Nabi (ﷺ) dan berkata: «Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku berwasiat agar aku memerdekakan seorang budak mukmin atas namanya, dan aku memiliki seorang budak perempuan hitam dari Nubia». Lalu ia menyebutkan seperti itu.

Abu Dawud berkata: Khalid bin 'Abdullah meriwayatkannya secara mursal tanpa menyebutkan al-Syarid.