حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ، أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، : أَنَّ امْرَأَةً، رَكِبَتِ الْبَحْرَ فَنَذَرَتْ إِنْ نَجَّاهَا اللَّهُ أَنْ تَصُومَ شَهْرًا، فَنَجَّاهَا اللَّهُ فَلَمْ تَصُمْ حَتَّى مَاتَتْ، فَجَاءَتِ ابْنَتُهَا أَوْ أُخْتُهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمفَأَمَرَهَا أَنْ تَصُومَ عَنْهَا .
Terjemahan
Telah menceritakan kepada kami Amr bin Awn, telah mengabarkan kepada kami Husyaim, dari Abu Bisyir, dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas: bahwa seorang wanita naik ke laut, lalu ia bernazar jika Allah menyelamatkannya ia akan berpuasa satu bulan. Lalu Allah menyelamatkannya, tetapi ia tidak berpuasa sampai ia meninggal. Maka datanglah putrinya atau saudara perempuannya kepada Rasulullah ﷺ, lalu beliau memerintahkan kepadanya untuk berpuasa menggantikannya.