حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الأَحْمَرُ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، وَأَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَابِطٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَأَصْحَابَهُ كَانُوايَنْحَرُونَ الْبَدَنَةَ مَعْقُولَةَ الْيُسْرَى قَائِمَةً عَلَى مَا بَقِيَ مِنْ قَوَائِمِهَا ‏.‏
Terjemahan

Utsman bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, Abu Khalid al-Ahmar menceritakan kepada kami, dari Ibnu Juraij, dari Abu az-Zubair, dari Jabir, dan Abdurrahman bin Sabit mengabarkan kepadaku, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya biasa menyembelih unta dengan kaki kiri yang diikat sementara unta tersebut berdiri di atas kaki-kakinya yang tersisa.