حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، عَنْ حَبِيبٍ الْمُعَلِّمِ، عَنْ أَبِي الْمُهَزِّمِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ أَصَبْنَا صِرْمًا مِنْ جَرَادٍ فَكَانَ رَجُلٌ مِنَّا يَضْرِبُهُ بِسَوْطِهِ وَهُوَ مُحْرِمٌ فَقِيلَ لَهُ إِنَّ هَذَا لاَ يَصْلُحُ فَذُكِرَ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ " إِنَّمَا هُوَمِنْ صَيْدِ الْبَحْرِ " . سَمِعْتُ أَبَا دَاوُدَ يَقُولُ أَبُو الْمُهَزِّمِ ضَعِيفٌ وَالْحَدِيثَانِ جَمِيعًا وَهَمٌ
Terjemahan
Abu Hurairah berkata: Kami mendapati sekumpulan belalang, lalu seorang laki-laki dari kami mulai memukulnya dengan cambuknya sedangkan ia sedang berihram. Dikatakan kepadanya, 'Ini tidak dibenarkan.' Hal itu lalu disebutkan kepada Nabi (ﷺ), maka beliau bersabda: 'Sesungguhnya itu adalah dari buruan laut.' Aku mendengar Abu Dawud berkata: Abu al-Muhazzim itu lemah, dan kedua hadis tersebut semuanya adalah dugaan/kekeliruan.