حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسِ بْنِ الْحَدَثَانِ، قَالَ ذَكَرَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ يَوْمًا الْفَىْءَ فَقَالَ مَا أَنَا بِأَحَقَّ، بِهَذَا الْفَىْءِ مِنْكُمْ وَمَا أَحَدٌ مِنَّا بِأَحَقَّ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ أَنَّا عَلَى مَنَازِلِنَا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَقَسْمِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمفَالرَّجُلُ وَقِدَمُهُ وَالرَّجُلُ وَبَلاَؤُهُ وَالرَّجُلُ وَعِيَالُهُ وَالرَّجُلُ وَحَاجَتُهُ
Terjemahan

Malik bin Aus bin al-Hadtsan berkata: Umar bin al-Khattab pada suatu hari menyebutkan tentang harta fay', lalu berkata: Aku tidak lebih berhak terhadap harta fay' ini daripada kalian, dan tidak seorang pun di antara kita yang lebih berhak terhadapnya daripada yang lain, kecuali bahwa kedudukan kita berdasarkan Kitab Allah 'Azza wa Jalla dan pembagian Rasulullah (ﷺ). Seseorang dinilai berdasarkan kedahuluannya [masuk Islam], seseorang berdasarkan ujian yang dihadapinya, seseorang berdasarkan tanggung jawab keluarganya, dan seseorang berdasarkan kebutuhannya.