Al-Adab Al-Mufrad
Al-Adab Al-Mufrad 410
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ هَمَّامٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِيَّاكُمْ وَ الظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ، وَلاَ تَنَاجَشُوا، وَلاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَلاَ تَنَافَسُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا.
Terjemahan belum ditinjau. Semua hadis dalam koleksi ini tersedia dalam lima bahasa. Judul dan pendahuluan mungkin tetap dalam bahasa Arab.
Abdullah ibn Muhammad menuturkan kepada kami: Abdurrazzaq menuturkan kepada kami: Ma‘mar mengabarkan kepada kami dari Hammam, dari Abu Hurairah, yang berkata: Rasulullah bersabda, “Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah perkataan yang paling dusta. Janganlah kalian melakukan najasy (menaikkan tawaran harga secara palsu), saling dengki, saling membenci, bersaing dengan dengki, atau saling berpaling. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”