Haruskah seseorang menipu kepala orang lain Al-Adab Al-Mufrad 952
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ: أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَدْخُلُ عَلَى أُمِّ حَرَامِ ابْنَةِ مِلْحَانَ، فَتُطْعِمُهُ، وَكَانَتْ تَحْتَ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ، فَأَطْعَمَتْهُ وَجَعَلَتْ تَفْلِي رَأْسَهُ، فَنَامَ ثُمَّ اسْتَيْقَظَ يَضْحَكُ.
Terjemahan
Anas ibn Malik berkata, “Nabi, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, biasa mengunjungi Umm Hiram, putri Milhan yang menikah dengan 'Ubada ibn as-Samit, dan dia akan memberinya makanan dan mencabut kepalanya. Kemudian dia tidur dan terbangun tertawa.”