حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ، عَنْ بَحِيرٍ، عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ، عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ‏:‏ إِنَّ اللَّهَ يُوصِيكُمْ بِأُمَّهَاتِكُمْ، ثُمَّ يُوصِيكُمْ بِأُمَّهَاتِكُمْ، ثُمَّ يُوصِيكُمْ بِآبَائِكُمْ، ثُمَّ يُوصِيكُمْ بِالأَقْرَبِ فَالأَقْرَبِ‏.‏
Terjemahan

Ibnu Umar berkata, “Tidak ada yang dihabiskan seseorang untuk dirinya sendiri dan keluarganya, mengantisipasi pahala dari Allah, tidak akan dibalas oleh Allah yang Mahakuasa. Dia harus mulai dengan mereka yang dukungannya adalah tanggung jawabnya. Jika ada sesuatu yang tersisa, ia harus membelanjakannya untuk kerabat terdekat berikutnya dan kemudian yang terdekat berikutnya. Jika masih ada sesuatu yang tersisa, dia bisa memberikannya.”