حَدَّثَنَا الْمَكِّيُّ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ يَقُولُ‏:‏ أَرَادَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَنْهَى أَنْ يُسَمَّى بِيَعْلَى، وَبِبَرَكَةَ، وَنَافِعٍ، وَيَسَارٍ، وَأَفْلَحَ، وَنَحْوَ ذَلِكَ، ثُمَّ سَكَتَ بَعْدُ عَنْهَا، فَلَمْ يَقُلْ شَيْئًا‏.‏
Terjemahan

Jabir ibn 'Abdullah berkata, “Nabi, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, ingin melarang orang-orang yang menyebut diri mereka Ya'la (bangkit), Baraka (berkat), Nafi' (Penolong), Yasar (keberuntungan), Aflah (paling sukses) dan nama-nama seperti itu. Kemudian dia diam tentang masalah itu dan tidak mengatakan apa-apa.”