Seseorang seharusnya tidak mencaci orang tuanya Al-Adab Al-Mufrad 27
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، قَالَ: أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ قَالَ: حَدَّثَنِي سَعْدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: مِنَ الْكَبَائِرِ أَنْ يَشْتِمَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ، فَقَالُوا: كَيْفَ يَشْتِمُ؟ قَالَ: يَشْتِمُ الرَّجُلَ، فَيَشْتُمُ أَبَاهُ وَأُمَّهُ.
Terjemahan
'Abdullah ibn 'Amr berkata bahwa Nabi, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata, “Mengecam orang tua seseorang adalah salah satu tindakan yang salah besar.” Mereka bertanya, “Bagaimana dia bisa mencemari mereka?” Dia berkata, “Dia mencaci seorang pria yang kemudian mencaci ibu dan ayahnya.”