Seseorang seharusnya tidak mengatakan, “khabuthat nafsi"* (ungkapan yang berarti “Saya diliputi mual”) Al-Adab Al-Mufrad 809

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ‏:‏ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ هِشَامٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ‏:‏ لاَ يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ‏:‏ خَبُثَتْ نَفْسِي، وَلَكِنْ لِيَقُلْ‏:‏ لَقِسَتْ نَفْسِي‏.‏
Terjemahan

'Aisyah melaporkan bahwa Nabi, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata, “Tidak seorang pun dari kalian boleh mengatakan, 'khabuthat nafsi'. Dia harus berkata, 'Laqisat nafsi. '”