Musnad Ahmad
Musnad Ahmad 44
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ، حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ يَعْنِي ابْنَ صَالِحٍ، عَنْ سُلَيْمِ بْنِ عَامِرٍ الْكَلَاعِيِّ، عَنْ أَوْسَطَ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ بَعْدَ وَفَاةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَنَةٍ فَأَلْفَيْتُ أَبَا بَكْرٍ يَخْطُبُ النَّاسَ فَقَالَ قَامَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْأَوَّلِ فَخَنَقَتْهُ الْعَبْرَةُ ثَلَاثَ مِرَارٍ ثُمَّ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ سَلُوا اللَّهَ الْمُعَافَاةَ فَإِنَّهُ لَمْ يُؤْتَ أَحَدٌ مِثْلَ يَقِينٍ بَعْدَ مُعَافَاةٍ وَلَا أَشَدَّ مِنْ رِيبَةٍ بَعْدَ كُفْرٍ وَعَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّهُ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَهُمَا فِي الْجَنَّةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّهُ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَهُمَا فِي النَّارِ.
ʿAbdurrahman bin Mahdi meriwayatkan kepada kami: Muʿawiyah —yakni bin Shalih— meriwayatkan kepada kami, dari Sulaim bin ʿAmir al-Kalaʿi, dari Awsath bin ʿAmr, yang berkata, “Aku tiba di Madinah setahun setelah wafatnya Rasulullah —semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya— dan mendapati Abu Bakr sedang berkhotbah kepada orang-orang. Ia berkata, ‘Rasulullah —semoga Allah melimpahkan selawat dan salam kepadanya— berdiri di tengah kami tahun lalu…’ Tangis membuat suaranya tercekat tiga kali. Kemudian ia berkata, ‘Wahai manusia, mintalah keselamatan dan kesejahteraan kepada Allah. Sebab, setelah keselamatan dan kesejahteraan, tidak seorang pun diberi sesuatu seperti keyakinan; dan setelah kekafiran, tidak ada yang lebih berat daripada keraguan. Berpeganglah pada kejujuran, sebab kejujuran menuntun kepada kebajikan, dan keduanya berada di surga. Jauhilah dusta, sebab dusta menuntun kepada kedurhakaan, dan keduanya berada di neraka.’”