Musnad Ahmad
Musnad Ahmad 177
حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ، قَالَ خَطَبَ عُمَرُ النَّاسَ بِالْجَابِيَةِ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِي مِثْلِ مَقَامِي هَذَا فَقَالَ أَحْسِنُوا إِلَى أَصْحَابِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِيءُ قَوْمٌ يَحْلِفُ أَحَدُهُمْ عَلَى الْيَمِينِ قَبْلَ أَنْ يُسْتَحْلَفَ عَلَيْهَا وَيَشْهَدُ عَلَى الشَّهَادَةِ قَبْلَ أَنْ يُسْتَشْهَدَ فَمَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَنَالَ بُحْبُوحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمْ الْجَمَاعَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنْ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ وَلَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ وَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ تَسُرُّهُ حَسَنَتُهُ وَتَسُوءُهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ.
Jarir meriwayatkan kepada kami dari Abdul Malik bin Umair, dari Jabir bin Samurah, yang berkata: Umar berkhutbah kepada orang-orang di al-Jabiyah dan berkata, “Rasulullah ﷺ pernah berdiri di tempat seperti tempatku berdiri ini, lalu bersabda, ‘Berbuat baiklah kepada para sahabatku, kemudian kepada orang-orang sesudah mereka, kemudian kepada orang-orang sesudah mereka. Setelah itu akan datang suatu kaum; salah seorang dari mereka bersumpah sebelum diminta bersumpah dan memberi kesaksian sebelum diminta bersaksi. Siapa di antara kalian yang ingin memperoleh tempat paling lapang di surga, hendaklah tetap bersama jamaah, karena setan bersama orang yang sendirian dan lebih jauh dari dua orang. Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan, karena setan menjadi yang ketiga di antara mereka. Siapa yang merasa senang atas kebaikannya dan sedih atas keburukannya, maka ia seorang mukmin.’”