Musnad Ahmad
Musnad Ahmad 229
حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، حَدَّثَنَا عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَرْجِسَ، قَالَ رَأَيْتُ الْأُصَيْلِعَ يَعْنِي عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّي لَأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَنْفَعُ وَلَا تَضُرُّ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ.
Abu Mu‘awiyah telah menyampaikan kepada kami: ‘Ashim al-Ahwal telah menyampaikan kepada kami, dari ‘Abdullah bin Sarjis, ia berkata: Aku melihat al-Usayli‘—yakni ‘Umar, semoga Allah meridainya—mencium Hajar [Aswad] dan berkata, “Aku menciummu meski aku tahu bahwa engkau hanyalah batu yang tidak memberi manfaat maupun mudarat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah ﷺ menciummu, aku tidak akan menciummu.”