Sifat Iblis dan bala tentaranya Sahih al-Bukhari 3278

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا الْحُمَيْدِيُّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، حَدَّثَنَا عَمْرٌو، قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ، قَالَ قُلْتُ لاِبْنِ عَبَّاسٍ فَقَالَ حَدَّثَنَا أُبَىُّ بْنُ كَعْبٍ، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏"‏ إِنَّ مُوسَى قَالَلِفَتَاهُ آتِنَا غَدَاءَنَا، قَالَ أَرَأَيْتَ إِذْ أَوَيْنَا إِلَى الصَّخْرَةِ، فَإِنِّي نَسِيتُ الْحُوتَ، وَمَا أَنْسَانِيهِ إِلاَّ الشَّيْطَانُ أَنْ أَذْكُرَهُ، وَلَمْ يَجِدْ مُوسَى النَّصَبَ حَتَّى جَاوَزَ الْمَكَانَ الَّذِي أَمَرَ اللَّهُ بِهِ ‏"
Terjemahan
Aisyah radhiyallahu 'anha

Ibrahim bin Musa menceritakan kepada kami: Isa mengabarkan kepada kami, dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam disihir.”

Al-Laits berkata: Hisyam menulis surat kepadaku bahwa dia mendengarnya dan menghafalnya dari ayahnya, dari Aisyah, ia berkata: “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam disihir sehingga beliau mengira telah melakukan sesuatu padahal beliau tidak melakukannya. Hingga pada suatu hari beliau berdoa dan berdoa, kemudian bersabda: ‘Tahukah kamu bahwa Allah telah memberiku petunjuk tentang hal yang menjadi kesembuhanku? Dua orang laki-laki mendatangiku; salah seorang duduk di dekat kepalaku dan yang lain di dekat kedua kakiku. Salah seorang berkata kepada yang lain: “Apa penyakit orang ini?” Dia menjawab: “Orang yang terkena sihir.” Dia bertanya: “Siapa yang menyihirnya?” Dia menjawab: “Labid bin Al-A’sham.” Dia bertanya: “Dengan apa?” Dia menjawab: “Dengan sisir, rambut (yang tersangkut padanya), dan selaput mayang kurma jantan.” Dia bertanya: “Di mana tempatnya?” Dia menjawab: “Di sumur Dzarwan.” Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pergi ke sana, lalu kembali dan bersabda kepada Aisyah ketika kembali: “Pohon kurmanya seperti kepala-kepala setan.” Aku bertanya: “Apakah engkau mengeluarkannya?” Beliau menjawab: “Tidak. Adapun aku, Allah telah menyembuhkanku, dan aku khawatir hal itu akan menimbulkan kejahatan di tengah manusia.” Kemudian sumur itu ditimbun.’”