Sifat Iblis dan bala tentaranya Sahih al-Bukhari 3279

Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُشِيرُ إِلَى الْمَشْرِقِ فَقَالَ ‏"‏هَا إِنَّ الْفِتْنَةَ هَا هُنَا إِنَّ الْفِتْنَةَ هَا هُنَا مِنْ حَيْثُ يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ ‏"
Terjemahan
Aisyah (radhiyallahu 'anha)

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa, telah mengabarkan kepada kami Isa, dari Hisyam, dari ayahnya, dari Aisyah (radhiyallahu 'anha), dia berkata: “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah disihir.”

Dan Al-Laits menulis kepadaku bahwa Hisyam mendengarnya dan menghafalnya dari ayahnya, dari Aisyah, dia berkata: “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam disihir sehingga beliau membayangkan telah melakukan sesuatu padahal beliau tidak melakukannya. Suatu hari beliau berdoa dan berdoa, kemudian bersabda: ‘Apakah engkau tahu bahwa Allah telah memberiku petunjuk tentang kesembuhanku? Dua orang laki-laki datang kepadaku; salah seorang dari mereka duduk di dekat kepalaku dan yang lain di dekat kedua kakiku. Salah seorang dari keduanya berkata kepada yang lain: Apa yang diderita orang ini? Dia menjawab: Dia terkena sihir. Dia bertanya: Siapa yang menyihirnya? Dia menjawab: Labid bin Al-A'sham. Dia bertanya: Dengan apa? Dia menjawab: Dengan sisir, rambut, dan mayang kurma jantan. Dia bertanya: Di mana (benda itu)? Dia menjawab: Di sumur Dharwan.’ Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pergi ke sumur itu, kemudian kembali dan berkata kepada Aisyah ketika kembali: ‘Pohon kurmanya seperti kepala-kepala setan.’ Aku bertanya: Apakah engkau mengeluarkannya? Beliau menjawab: ‘Tidak, adapun aku, Allah telah menyembuhkanku, dan aku khawatir hal itu akan menimbulkan keburukan bagi manusia.’ Kemudian sumur itu ditimbun.”