Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata, “Malaikat (rahmat) jangan memasuki rumah di mana ada seekor kucing atau gambar makhluk hidup (manusia atau binatang).
Awal Penciptaan - Sahih al-Bukhari 3225
Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda; "Malaikat (Rahmat) tidak memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar makhluk hidup (manusia atau hewan)."
Komentar tentang Larangan
Hadis ini menetapkan dua hambatan utama bagi masuknya malaikat ke dalam tempat tinggal: kehadiran anjing dan gambar yang menggambarkan makhluk hidup. Malaikat yang dimaksud di sini secara khusus adalah Malaikat Rahmat yang turun dengan berkah ilahi dan mencatat amal saleh.
Mengenai anjing, para ulama membedakan antara tujuan yang diperlukan (berburu, menjaga ternak, bertani) dan sekadar persahabatan. Yang pertama diizinkan di luar ruangan sementara yang terakhir di dalam rumah mencegah kehadiran malaikat.
Mengenai gambar, larangan berlaku khusus untuk representasi lengkap dari makhluk yang memiliki jiwa (manusia, hewan). Ini didasarkan pada prinsip Islam untuk menghindari peniruan tindakan kreatif Allah. Pengecualian ada untuk bahan pendidikan dan representasi tidak lengkap (figur tanpa kepala, lanskap).
Konsekuensi Spiritual
Tidak adanya malaikat berarti kehilangan doa mereka untuk pengampunan, berkah spiritual, dan pencatatan amal baik di ruang itu. Ini menciptakan kekosongan spiritual yang dapat diisi oleh pengaruh negatif.
Para ulama menekankan bahwa keputusan ini berlaku khusus untuk ruang hidup di mana doa ditawarkan dan berkah dicari. Ruang publik dan institusi yang diperlukan mungkin memiliki pertimbangan berbeda berdasarkan kebutuhan dan manfaat publik.
Implementasi Praktis
Rumah tangga Muslim harus menjaga lingkungan yang ramah bagi malaikat dengan menghapus gambar yang dilarang dan memelihara anjing hanya untuk kebutuhan yang sah di area luar ruangan yang ditentukan.
Ketika gambar yang diperlukan ada untuk tujuan pendidikan, mereka harus ditempatkan di area yang tidak digunakan untuk sholat dan sebaiknya dibuat tidak lengkap atau tidak hormat untuk mengurangi kemiripannya dengan ciptaan ilahi.