Bab: Apabila salah seorang dari kalian mengucapkan “Âmîn”, dan para malaikat di langit, lalu yang satu bertepatan dengan yang lainnya, maka diampuni baginya dosa yang telah lalu. Sahih al-Bukhari 3228
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ، عَنْ سُمَىٍّ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ "إِذَا قَالَ الإِمَامُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ. فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلَ الْمَلاَئِكَةِ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ "
Terjemahan
Aisyah radhiyallahu ‘anha
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku membuatkan untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebuah bantal yang bergambar, seolah-olah bantal itu seperti sandaran. Lalu beliau datang, berdiri di antara dua pintu dan wajah beliau berubah. Aku bertanya, ‘Ada apa dengan kami, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Ada apa dengan bantal ini?’ Aku menjawab, ‘Bantal yang aku buat untukmu agar engkau dapat berbaring di atasnya.’ Beliau bersabda, ‘Tidakkah engkau tahu bahwa para malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar, dan bahwa orang yang membuat gambar akan disiksa pada hari Kiamat; akan dikatakan kepadanya: “Hidupkanlah apa yang telah kamu ciptakan!”’”
Awal Penciptaan - Sahih al-Bukhari 3228
Hadis mulia ini dari Nabi Muhammad (ﷺ) berkaitan dengan momen suci dalam shalat ketika penyembah beralih dari rukuk ke berdiri tegak. Deklarasi Imam "Sami' Allahu liman hamidah" (Allah mendengar dia yang memuji-Nya) memberi isyarat kepada jemaah untuk merespons dengan "Rabbana wa lakal-hamd" (Tuhan kami, segala puji bagi-Mu).
Harmoni Jemaah
Nabi (ﷺ) menekankan signifikansi spiritual yang mendalam ketika ucapan orang beriman bertepatan dengan pujian para malaikat di alam surgawi. Sinkronisasi ini mewakili momen koneksi ilahi di mana alam duniawi dan surgawi bersatu dalam ibadah.
Pengampunan Ilahi Melalui Pujian yang Tersinkronisasi
Janji pengampunan untuk dosa-dosa masa lalu menunjukkan rahmat Allah yang sangat besar. Ketika pujian orang beriman selaras sempurna dengan pemuliaan para malaikat, itu menciptakan keadaan spiritual yang layak mendapat pengampunan ilahi. Ini mengajarkan kita pentingnya kehadiran hati dan ketepatan dalam mengikuti bentuk shalat yang ditetapkan.
Komentar Ilmiah
Ulama klasik menjelaskan bahwa sinkronisasi ini mengacu pada waktu dan esensi pujian. Pengampunan mencakup dosa-dosa kecil, sementara dosa besar memerlukan pertobatan khusus. Hadis ini mendorong umat Islam untuk shalat berjemaah dan mengikuti Imam dengan teliti, mencari momen berkah harmoni malaikat ini.