Nabi (ﷺ) berkata, “Saya melihat surga dan menemukan orang-orang miskin membentuk mayoritas penghuninya; dan saya melihat neraka dan melihat bahwa mayoritas penghuninya adalah perempuan.”
Awal Penciptaan - Sahih al-Bukhari 3241
Nabi (ﷺ) bersabda, "Aku melihat Surga dan menemukan orang miskin membentuk mayoritas penghuninya; dan aku melihat Neraka dan melihat bahwa mayoritas penghuninya adalah wanita."
Komentar tentang Mayoritas Penghuni Surga
Orang miskin yang membentuk mayoritas penghuni Surga menunjukkan bahwa kemiskinan duniawi, ketika disertai dengan kesabaran dan rasa syukur, menjadi sarana peningkatan spiritual. Orang kaya diuji dengan kekayaan mereka, sementara orang miskin diuji dengan kemiskinan mereka. Mereka yang tetap puas dengan ketetapan Allah dan fokus pada Akhirat menemukan pahala mereka dilipatgandakan.
Ini tidak berarti kekayaan dikutuk, karena banyak nabi dan orang saleh yang kaya. Sebaliknya, ini menekankan bahwa keterlepasan dari harta duniawi sering kali mengarah pada fokus spiritual yang lebih besar dan ketergantungan pada Allah, membuat jalan menuju Surga lebih mudah bagi orang miskin yang tetap saleh.
Komentar tentang Mayoritas Penghuni Neraka
Para ulama menjelaskan bahwa wanita yang membentuk mayoritas di Neraka merujuk pada mereka yang tidak bersyukur kepada suami mereka dan menolak berkah Allah. Penyebab utama yang disebutkan dalam riwayat lain termasuk ketidakpercayaan, ketidaksyukuran, dan sering mengutuk.
Hadis ini berfungsi sebagai peringatan, bukan kutukan terhadap semua wanita. Banyak wanita di antara sahabat Nabi mencapai tingkatan tertinggi Surga. Status mayoritas merujuk pada realitas statistik berdasarkan kelemahan spiritual tertentu yang memerlukan kewaspadaan dan perbaikan melalui iman dan amal baik.
Para ulama menekankan bahwa hadis ini memotivasi reformasi diri daripada kritik gender. Baik pria maupun wanita sama-sama mampu mencapai Surga melalui ketaatan kepada Allah dan mengikuti bimbingan Nabi.