حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي مَرْيَمَ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُطَرِّفٍ، قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏ فِي الْجَنَّةِ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ، فِيهَا باب يُسَمَّى الرَّيَّانَ لاَ يَدْخُلُهُ إِلاَّ الصَّائِمُونَ ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan Sahl bin Sa'd

Rasulullah SAW bersabda, “Surga memiliki delapan gerbang, dan salah satunya disebut Ar-Raiyan yang melaluinya tidak ada yang masuk kecuali orang-orang yang berpuasa.” ﷺ

Comment

Teks Hadis & Referensi

Nabi (ﷺ) bersabda, "Surga memiliki delapan pintu, dan salah satunya disebut Ar-Raiyan yang tidak akan dimasuki kecuali oleh mereka yang berpuasa."

Sumber: Awal Penciptaan, Sahih al-Bukhari 3257

Makna Ar-Raiyan

Nama "Ar-Raiyan" secara linguistik menunjukkan kelimpahan dan kepuasan, berasal dari akar kata "ra-wa-ya" yang berarti terpuaskan atau terpenuhi sepenuhnya. Pintu ini secara eksklusif ditetapkan untuk mereka yang dengan setia menjalankan puasa dalam kehidupan dunia ini.

Ibn Hajar al-Asqalani menjelaskan dalam Fath al-Bari bahwa nama ini menandakan kepuasan spiritual dan pahala berlimpah yang menanti orang-orang beriman yang berpuasa, berlawanan dengan dahaga fisik yang mereka alami selama jam-jam puasa.

Masuk Eksklusif & Signifikansi Spiritual

Eksklusivitas yang disebutkan - "tidak akan dimasuki kecuali oleh mereka yang berpuasa" - merujuk secara khusus pada puasa yang lengkap dan diterima yang dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai dengan hukum Islam. Al-Qurtubi menekankan bahwa ini mencakup puasa wajib Ramadan dan puasa sunnah.

Imam an-Nawawi berkomentar dalam Sharh Sahih Muslim bahwa pintu khusus ini menunjukkan kehormatan Allah atas tindakan berpuasa, yang secara unik antara hamba dan Tuhannya, seperti disebutkan dalam Hadis Qudsi: "Setiap perbuatan anak Adam adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa, karena itu untuk-Ku dan Aku akan memberinya pahala."

Delapan Pintu Surga

Para ulama menyebutkan bahwa setiap pintu Surga sesuai dengan amal saleh tertentu. Selain Ar-Raiyan untuk mereka yang berpuasa, pintu lainnya termasuk satu untuk mereka yang unggul dalam shalat, yang lain untuk mereka yang memberi sedekah, dan satu untuk mereka yang berjuang dalam jihad.

Ibn al-Qayyim menjelaskan dalam Hadi al-Arwah bahwa perbedaan dalam pintu ini mencerminkan keragaman ibadah dan rahmat Allah yang komprehensif, di mana setiap orang beriman masuk melalui pintu yang sesuai dengan tindakan ibadah mereka yang paling sempurna.

Implikasi Praktis bagi Orang Beriman

Hadis ini berfungsi sebagai dorongan besar bagi Muslim untuk mempertahankan dan menyempurnakan puasa mereka, mengetahui bahwa itu memberikan mereka masuk eksklusif melalui pintu khusus ini. Ini mengingatkan orang beriman bahwa setiap momen lapar dan haus yang ditanggung demi Allah dicatat dan akan diganti dengan megah.

Para ulama menyimpulkan bahwa masuk eksklusif melalui Ar-Raiyan ini terjadi pada Hari Kiamat, setelah itu pintu akan ditutup, dan mereka yang masuk melaluinya akan menikmati kepuasan abadi di hadapan Tuhan mereka.