حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏"‏صَلاَةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلاَةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً ‏"
Terjemahan
Diriwayatkan 'Abdullah bin 'Umar

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, ia berkata: telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Nafi', dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda, “Salat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.”

Comment

Panggilan untuk Sholat (Adzan)

Sahih al-Bukhari 645

Teks Hadis

Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Sholat berjamaah dua puluh tujuh kali lebih utama daripada sholat yang dilakukan sendirian."

Komentar Ilmiah

Hadis mulia ini menetapkan keutamaan besar dalam melaksanakan sholat berjamaah (jama'ah) dibandingkan sholat secara individu. Angka dua puluh tujuh menandakan perkalian pahala, bukan hanya perhitungan aritmatika, yang menunjukkan keunggulan spiritual yang luar biasa dari sholat berjamaah.

Hikmah di balik keunggulan ini meliputi: persatuan di antara Muslim, manifestasi publik Islam, belajar dari imam, saling mengenal, saling membantu dalam kebenaran, dan zikir kolektif kepada Allah yang meningkatkan suasana spiritual.

Para ulama mencatat bahwa pahala ini berlaku bagi mereka yang sholat di masjid dengan niat dan pengabdian yang tepat. Sholat berjamaah mewujudkan prinsip Islam tentang komunitas dan persaudaraan, mengubah ibadah individu menjadi ibadah kolektif yang memperkuat fondasi spiritual umat.