Sahih al-Bukhari

Panggilan Doa (Adhaan)

كتاب الأذان

Bab 1: Bagaimana Adzan untuk Salat (Doa) dimulai

بَدْءُ الأَذَانِ

وَقَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ: {وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلاَةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَ يَعْقِلُونَ} وَقَوْلُهُ: {إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ}.
Sahih al-Bukhari 603
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Riwayat Anas

Orang-orang menyebutkan api dan lonceng, dan dengan itu mereka menyebutkan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka Bilal diperintahkan untuk mengumandangkan azan dengan lafaz dua kali dan iqamah dengan lafaz satu kali.

Sahih al-Bukhari 604
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Ibnu 'Umar

Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami: Abdurrazzaq berkata: Ibnu Juraij mengabarkan kepada kami: Nafi' mengabarkan kepadaku bahwa Ibnu Umar biasa berkata: Ketika kaum Muslimin tiba di Madinah, mereka berkumpul dan memperkirakan waktu salat. Belum ada panggilan untuk salat. Suatu hari mereka membicarakan hal itu. Sebagian mereka berkata: 'Ambillah lonceng seperti lonceng kaum Nasrani.' Sebagian yang lain berkata: 'Bahkan terompet seperti tanduk kaum Yahudi.' Maka Umar berkata: 'Tidakkah kalian mengutus seseorang untuk menyerukan salat?' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Wahai Bilal, berdirilah, lalu serukanlah salat.'

Bab 2: Mengucapkan kata-kata Adzan untuk Salat (shalat) dua kali (ganda)

الأَذَانُ مَثْنَى مَثْنَى

Sahih al-Bukhari 605
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Riwayat Anas

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid, dari Simak bin 'Athiyyah, dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Anas, dia berkata: “Bilal diperintahkan untuk mengulang lafaz adzan dua kali, dan mengucapkan lafaz iqamah satu kali, kecuali 'Qad qamat-is-salat'.”

Sahih al-Bukhari 606
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Anas bin Malik

Telah menceritakan kepada kami Muhammad, dia berkata: telah mengabarkan kepada kami Abdul Wahhab, dia berkata: telah mengabarkan kepada kami Khalid al-Hadzdza', dari Abu Qilabah, dari Anas bin Malik, dia berkata: Ketika manusia semakin banyak, mereka menyebutkan bahwa mereka ingin mengetahui waktu salat dengan sesuatu yang mereka kenali. Maka mereka menyebutkan untuk menyalakan api atau memukul lonceng. Maka Bilal diperintahkan untuk menggenapkan (membaca dua kali) azan dan mengganjilkan (membaca satu kali) iqamah.

Bab 3: Untuk mengucapkan kata-kata Iqama sekali (dalam single) kecuali Qad-qamat-is-Salat

الإِقَامَةُ وَاحِدَةٌ، إِلاَّ قَوْلَهُ قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ

Sahih al-Bukhari 607
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Qilaba

Anas berkata, “Bilal diperintahkan untuk mengucapkan lafaz adzan dua kali dan lafaz iqamah hanya satu kali.” Perawi di bawahnya, Isma'il, berkata, “Aku menyebutkan hal itu kepada Aiyub dan dia menambahkan, Kecuali iqamah (yaitu Qadqamat-is-salat yang seharusnya diucapkan dua kali).”

Bab 4: Keunggulan Adzan

فَضْلِ التَّأْذِينِ

Sahih al-Bukhari 608
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Abu Huraira

Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila adzan dikumandangkan, setan pergi melarikan diri sambil buang angin agar tidak mendengar adzan. Apabila adzan selesai, dia kembali. Apabila iqamah dikumandangkan, dia lari lagi, dan apabila selesai, dia kembali lagi, hingga ia membisikkan antara seseorang dengan hatinya: Ingatlah ini, ingatlah itu, yang sebelumnya tidak ia ingat, sehingga seseorang itu tidak mengetahui berapa rakaat ia telah salat.”

Bab 5: Meninggikan suara dalam mengucapkan Adzan

رَفْعِ الصَّوْتِ بِالنِّدَاءِ

وَقَالَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ أَذِّنْ أَذَانًا سَمْحًا وَإِلاَّ فَاعْتَزِلْنَا.
Sahih al-Bukhari 609
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan 'Abdur-Rahman

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha'sha'ah Al-Anshari, kemudian Al-Mazini, dari ayahnya, bahwa Abu Sa'id Al-Khudri berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku melihatmu menyukai kambing dan dusun. Apabila engkau berada di tengah kambingmu atau di dusunmu, lalu engkau mengumandangkan azan untuk salat, maka keraskanlah suaramu dalam azan itu, karena sesungguhnya tidaklah ada jin, manusia, atau sesuatu pun yang mendengar suara muazin, melainkan ia akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat." Abu Sa'id berkata: "Aku mendengarnya dari Rasulullah ﷺ."

Bab 6: Untuk menangguhkan pertempuran setelah mendengar Adzan

مَا يُحْقَنُ بِالأَذَانِ مِنَ الدِّمَاءِ

Sahih al-Bukhari 610
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Humaid

Anas bin Malik berkata, "Setiap kali Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) pergi bersama kami untuk memerangi suatu kaum, beliau tidak menyerang mereka hingga pagi hari dan beliau melihat. Jika beliau mendengar azan, beliau menahan diri dari (menyerang) mereka; dan jika beliau tidak mendengar azan, beliau menyerang mereka." Anas menambahkan, "Kami sampai di Khaibar pada malam hari. Ketika pagi hari dan beliau tidak mendengar azan, beliau menaiki kendaraannya dan aku membonceng di belakang Abu Thalhah, dan kakiku menyentuh kaki Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam). Penduduk Khaibar keluar membawa keranjang-keranjang dan cangkul-cangkul mereka. Ketika mereka melihat Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam), mereka berteriak, 'Muhammad! Demi Allah, Muhammad dan pasukannya!' Ketika Rasulullah (shallallahu 'alaihi wa sallam) melihat mereka, beliau bersabda, 'Allahu akbar, Allahu akbar! Khaibar hancur.' Kemudian beliau mengucapkan:

"Sesungguhnya apabila kami turun di halaman suatu kaum, maka buruklah pagi hari bagi orang-orang yang telah diberi peringatan." — إِنَّا إِذَا نَزَلْنَا بِسَاحَةِ قَوْمٍ فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِينَ

Bab 7: Apa yang Diucapkan Ketika Mendengar Azan

مَا يَقُولُ إِذَا سَمِعَ الْمُنَادِي

Sahih al-Bukhari 611
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri

Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila kalian mendengar azan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan muazin.”

Sahih al-Bukhari 612
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh ʿĪsā bin Ṭalḥah

Muʿādh ibn Faḍālah menceritakan kepada kami: Hishām menceritakan kepada kami, dari Yaḥyā, dari Muḥammad ibn Ibrāhīm ibn al-Ḥārith, ia berkata: ʿĪsā ibn Ṭalḥah menceritakan kepadaku bahwa ia mendengar Muʿāwiyah pada suatu hari mengucapkan yang semisal hingga ucapannya: “Wa ash-hadu anna Muḥammadan rasūlul-Lāh” (وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ) – “dan aku bersaksi bahwa Muḥammad adalah utusan Allah”.

Ishāq ibn Rāhawayh menceritakan kepada kami: Wahb ibn Jarīr menceritakan kepada kami: Hishām menceritakan kepada kami, dari Yaḥyā, yang semisal.

Sahih al-Bukhari 613
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Yahya sebagaimana di atas (586) dan menambahkan

Yahya berkata: Sebagian saudara kami menceritakan kepadaku bahwa ketika muazin mengucapkan "Hayya 'alas-salah" (Marilah shalat), beliau mengucapkan "La hawla wala quwwata illa billah" (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah). Dan beliau berkata, "Beginilah kami mendengar Nabi kalian, shallallahu 'alaihi wa sallam, mengucapkannya."

Bab 8: Doa ketika mendengar adzan

الدُّعَاءِ عِنْدَ النِّدَاءِ

Sahih al-Bukhari 614
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa ketika mendengar panggilan salat (adzan) mengucapkan: ‘Allahumma Rabba hadzihid-da'watit-tammah, was-shalatil qa'imah, ati Muhammadan al-wasilata wal-fadilah, wa b'ats-hu maqaman mahmudan-il-ladzi wa'adtahu’ (Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini dan salat yang akan ditegakkan, berikanlah Muhammad wasilah dan keutamaan, serta bangkitkanlah dia dalam kedudukan terpuji yang Engkau janjikan), maka syafaatku akan diberikan kepadanya pada hari Kiamat.”

Bab 9: Mengundi untuk mengumandangkan azan

الاِسْتِهَامِ فِي الأَذَانِ

وَيُذْكَرُ أَنَّ أَقْوَامًا اخْتَلَفُوا فِي الأَذَانِ فَأَقْرَعَ بَيْنَهُمْ سَعْدٌ.
Sahih al-Bukhari 615
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Abu Huraira

“Seandainya manusia mengetahui pahala yang ada pada azan dan berada di shaf pertama (dalam salat berjamaah), kemudian mereka tidak mendapatkan jalan untuk memperolehnya kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan mengundi. Dan seandainya mereka mengetahui pahala yang ada pada menyegerakan (salat zuhur di awal waktunya), niscaya mereka akan berlomba-lomba kepadanya. Dan seandainya mereka mengetahui pahala yang ada pada salat isya dan subuh (secara berjamaah), niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.”

Bab 10: Berbicara selama Adzan

الْكَلاَمِ فِي الأَذَانِ

وَتَكَلَّمَ سُلَيْمَانُ بْنُ صُرَدٍ فِي أَذَانِهِ. وَقَالَ الْحَسَنُ لاَ بَأْسَ أَنْ يَضْحَكَ وَهْوَ يُؤَذِّنُ أَوْ يُقِيمُ.
Sahih al-Bukhari 616
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan 'Abdullah bin Al-Harith

Suatu hari di hari hujan yang berlumpur, Ibnu ʿAbbās berkhutbah di hadapan kami. Ketika mu'adzdzin mengumandangkan adzan dan mengucapkan, “Hayya ʿala-s-salah (marilah shalat),” Ibnu ʿAbbās memerintahkannya untuk mengucapkan “Shalatlah di rumah kalian.” Orang-orang mulai saling memandang (dengan heran). Ibnu ʿAbbās berkata, “Itu dilakukan oleh seseorang yang lebih baik dariku (yaitu Nabi ﷺ atau mu'adzdzinnya), dan itu adalah keringanan.”

Bab 11: Adzan diucapkan oleh orang buta (diperbolehkan) ketika ada orang yang memberitahukannya tentang waktu Salat (shalat)

أَذَانِ الأَعْمَى إِذَا كَانَ لَهُ مَنْ يُخْبِرُهُ

Sahih al-Bukhari 617
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Salim bin 'Abdullah

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah, dari Malik, dari Ibnu Syihab, dari Salim bin Abdullah, dari ayahnya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Bilal mengumandangkan azan di malam hari, maka makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan." Kemudian beliau bersabda, "Dan dia adalah seorang lelaki buta yang tidak mengumandangkan azan sampai dikatakan kepadanya, 'Subuh telah tiba, subuh telah tiba.'"

Bab 12: Adzan setelah Al-Fajr (fajar)

الأَذَانِ بَعْدَ الْفَجْرِ

Sahih al-Bukhari 618
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan Hafsa

Ketika muazin mengumandangkan azan untuk salat Subuh dan fajar telah tampak, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam salat dua rakaat ringan (sunah) sebelum iqamah salat wajib.

Sahih al-Bukhari 619
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan 'Aisha

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Syaiban, dari Yahya, dari Abu Salamah, dari 'Aisyah, bahwa Nabi ﷺ biasa melaksanakan dua raka'at ringan antara adzan dan iqamah pada salat Subuh.

Sahih al-Bukhari 620
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan 'Abdullah bin 'Umar

Rasulullah ﷺ bersabda, “Bilal mengumandangkan azan di malam hari, maka makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan.”

Bab 13: Adzan sebelum Al-Fajr (fajar)

الأَذَانِ قَبْلَ الْفَجْرِ

Sahih al-Bukhari 621
Tampilkan teks Arab
Terjemahan
Diriwayatkan 'Abdullah bin Mas'ud

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Adzan Bilal tidak boleh menghalangi salah seorang dari kalian untuk sahur, karena dia mengumandangkan adzan di malam hari, agar orang yang salat malam (Tahajud) di antara kalian segera kembali dan orang yang tidur terbangun. Bukan berarti fajar atau subuh telah tiba.' Kemudian beliau berisyarat dengan jari-jarinya, mengangkatnya ke atas dan menurunkannya ke bawah, hingga beliau bersabda, 'Begitulah.' Zuhair berisyarat dengan kedua jari telunjuknya, satu di atas yang lain, lalu merentangkannya ke kanan dan ke kiri.