حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَكَانَ النَّاسُ يُؤْمَرُونَ أَنْ يَضَعَ الرَّجُلُ الْيَدَ الْيُمْنَى عَلَى ذِرَاعِهِ الْيُسْرَى فِي الصَّلاَةِ.قَالَ أَبُو حَازِمٍ لاَ أَعْلَمُهُ إِلاَّ يَنْمِي ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم. قَالَ إِسْمَاعِيلُ يُنْمَى ذَلِكَ. وَلَمْ يَقُلْ يَنْمِي
Terjemahan
Diriwayatkan Sahl bin Sa'd
Abdullah bin Maslamah menceritakan kepada kami, dari Malik, dari Abu Hazim, dari Sahl bin Sa'd, beliau berkata: Orang-orang diperintahkan agar seseorang meletakkan tangan kanannya di atas lengan kirinya dalam salat. Abu Hazim berkata, "Aku tidak mengetahuinya kecuali hal itu dinisbahkan kepada Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam)." Ismail berkata, "Hal itu dinisbahkan," dan dia tidak mengatakan, "dia menisbahkannya."