Sahih al-Bukhari
Sahih al-Bukhari 350
Bagaimana As-Salat (shalat) ditentukan pada malam Al-Isra (perjalanan malam yang ajaib) dari Nabi (s.a.a) ke Yerusalem (dan kemudian ke surga)
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ، قَالَتْ "فَرَضَ اللَّهُ الصَّلاَةَ حِينَ فَرَضَهَا رَكْعَتَيْنِ رَكْعَتَيْنِ فِي الْحَضَرِ وَالسَّفَرِ، فَأُقِرَّتْ صَلاَةُ السَّفَرِ، وَزِيدَ فِي صَلاَةِ الْحَضَرِ "
Terjemahan
Diriwayatkan 'Aisha
Ibu dari orang-orang yang beriman: Allah memerintahkan shalat ketika Dia memerintahkannya, itu hanya dua rakat (dalam setiap shalat) baik saat tinggal maupun dalam perjalanan. Kemudian doa yang dipanjatkan dalam perjalanan tetap sama, tetapi (rakat) shalat untuk non-pelancong ditingkatkan.