Sahih al-Bukhari
Sahih al-Bukhari 406
Mengikis dahak masjid dengan tangan (menggunakan alat tertentu, atau menggunakan alat n)
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ،. أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَأَى بُصَاقًا فِي جِدَارِ الْقِبْلَةِ فَحَكَّهُ، ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ "إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي، فَلاَ يَبْصُقْ قِبَلَ وَجْهِهِ، فَإِنَّ اللَّهَ قِبَلَ وَجْهِهِ إِذَا صَلَّى "
Terjemahan
Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Umar
Rasulullah (ﷺ) melihat dahak di dinding masjid searah kiblat dan mengikisnya. Beliau menghadap orang-orang dan berkata, “Setiap orang di antara kalian yang sedang shalat, janganlah meludah di depannya karena di dalam shalat Allah ada di hadapannya.”