حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ مُحَمَّدٍ، قَالَ سُئِلَ أَنَسٌ أَقَنَتَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي الصُّبْحِ قَالَ نَعَمْ‏.‏ فَقِيلَ لَهُ أَوَقَنَتَ قَبْلَ الرُّكُوعِ قَالَ بَعْدَ الرُّكُوعِ يَسِيرًا‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan 'Asim

Saya bertanya kepada Anas bin Malik tentang Qunut. Anas menjawab, "Pasti itu (dibacakan)". Saya bertanya, "Sebelum membungkuk atau setelahnya?" Anas menjawab, "Sebelum membungkuk." Saya menambahkan, "Demikian dan itu telah mengatakan kepada saya bahwa Anda telah memberi tahu dia bahwa itu setelah membungkuk." Anas berkata, "Dia mengatakan yang tidak benar (yaitu "salah," menurut dialek Hijazi). Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) membaca Qunut setelah membungkuk selama satu bulan." Anas menambahkan, "Nabi (صلى الله عليه وسلم) mengirim sekitar tujuh puluh orang (yang hafal Al-Qur'an) ke arah orang-orang (Najd) yang jumlahnya lebih sedikit dari mereka dan ada perjanjian damai antara mereka dan Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) (tetapi orang-orang melanggar perjanjian itu dan membunuh tujuh puluh orang itu). Maka Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) membaca Qunut selama satu bulan memohon kepada Allah untuk menghukum mereka."