وَقَالَ هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ، حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعُمَرِيُّ، أَخْبَرَنِي نَافِعٌ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ النَّاسَ، كَانُوا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةِ، تَفَرَّقُوا فِي ظِلاَلِ الشَّجَرِ، فَإِذَا النَّاسُ مُحْدِقُونَ بِالنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا عَبْدَ اللَّهِ، انْظُرْ مَا شَأْنُ النَّاسِ قَدْ أَحْدَقُوا بِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَوَجَدَهُمْ يُبَايِعُونَ، فَبَايَعَ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى عُمَرَ فَخَرَجَ فَبَايَعَ.
Terjemahan
Abdullah bin Umar menambahkan
“Orang-orang bersama dengan Nabi (ﷺ) pada hari Al-Hudaibiya menyebar di bawah naungan pepohonan. Tiba-tiba orang-orang mengelilingi Nabi (ﷺ) dan mulai menatapnya. Umar berkata, “Wahai Abdullah! Pergilah dan lihatlah mengapa orang-orang mengelilingi Rasul Allah dan menatapnya.” Abdullah bin 'Umar kemudian melihat orang-orang memberikan sumpah kesetiaan kepada Nabi. Jadi dia juga memberikan Sumpah kesetiaan dan kembali kepada 'Umar yang keluar pada gilirannya dan memberikan Sumpah kesetiaan kepada Nabi. '