Firman Allah Ta'ala: { (Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia memperkenankan untukmu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” Dan Allah tidak menjadikannya melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu tenteram dengan itu. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Ingatlah) ketika Dia membuat kamu mengantuk sebagai suatu ketenteraman dari-Nya, dan menurunkan air hujan dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengannya, dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan, dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengan itu telapak kakimu. (Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Aku akan melemparkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang yang kafir, maka pukullah di atas leher mereka, dan pukullah tiap-tiap ujung jari mereka. Yang demikian itu karena mereka menentang Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya. } Sahih al-Bukhari 3952
Teks hadis bahasa Arab
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ، عَنْ مُخَارِقٍ، عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ، قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ شَهِدْتُ مِنَ الْمِقْدَادِ بْنِ الأَسْوَدِ مَشْهَدًا، لأَنْ أَكُونَ صَاحِبَهُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا عُدِلَ بِهِ،أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم وَهْوَ يَدْعُو عَلَى الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ لاَ نَقُولُ كَمَا قَالَ قَوْمُ مُوسَى {اذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلاَ} وَلَكِنَّا نُقَاتِلُ عَنْ يَمِينِكَ وَعَنْ شِمَالِكَ وَبَيْنَ يَدَيْكَ وَخَلْفَكَ. فَرَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَشْرَقَ وَجْهُهُ وَسَرَّهُ. يَعْنِي قَوْلَهُ
Terjemahan
Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud
Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami, Isra'il telah menceritakan kepada kami, dari Mukhariq, dari Thariq bin Syihab, dia berkata: Aku mendengar Ibnu Mas'ud berkata: Aku menyaksikan suatu peristiwa dari Miqdad bin Al-Aswad yang sungguh lebih aku cintai daripada segala sesuatu seandainya aku adalah pelakunya. Dia datang kepada Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) ketika beliau sedang mendoakan keburukan terhadap orang-orang musyrik, lalu dia berkata:
“Kami tidak akan berkata seperti yang dikatakan kaum Musa:
“Pergilah kamu dan Tuhanmu, dan perangilah kamu berdua.”
Akan tetapi kami akan berperang di sebelah kananmu, di sebelah kirimu, di depanmu, dan di belakangmu.”
Maka aku melihat wajah Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) berseri-seri dan beliau gembira — maksudnya karena perkataannya.