حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى، عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَلَمَّا كَانَ زَمَنَ الْحَرَّةِ أَتَاهُ آتٍ فَقَالَ لَهُ إِنَّ ابْنَ حَنْظَلَةَ يُبَايِعُ النَّاسَ عَلَى الْمَوْتِ. فَقَالَ لاَ أُبَايِعُ عَلَى هَذَا أَحَدًا بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم.
Terjemahan
Ibnu Umar
Musa bin Isma'il menceritakan kepada kami, Juwayriyah, dari Nafi', ia berkata: Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: Kami kembali pada tahun berikutnya, tidak ada dua orang pun dari kami yang sepakat tentang pohon tempat kami berbaiat di bawahnya; itu adalah rahmat dari Allah. Aku bertanya kepada Nafi': untuk hal apa mereka dibaiat? Apakah untuk mati? Ia menjawab: Tidak, mereka dibaiat untuk bersabar.