Sahih al-Bukhari

Bab : Membaca dua surat dalam satu rakaat

Anas

Seorang laki-laki dari kaum Ansar mengimami mereka di masjid Quba'. Setiap kali ia memulai bacaan suatu surat, ia membuka dengan :

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

hingga selesai, kemudian ia membaca surat lain bersamanya. Ia melakukan itu pada setiap rakaat. Para sahabatnya berkata kepadanya, "Engkau memulai dengan surat ini, lalu engkau tidak merasa cukup sehingga membaca surat lain. Maka bacalah surat ini saja, atau tinggalkan dan bacalah surat lain." Ia menjawab, "Aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian ingin aku mengimami kalian dengan cara itu, aku lakukan ; jika kalian tidak suka, aku tinggalkan kalian." Mereka memandangnya sebagai orang yang paling utama di antara mereka, dan mereka tidak ingin dipimpin oleh orang lain. Ketika Nabi (صلى الله عليه وسلم) datang, mereka mengabarkan hal itu kepadanya. Beliau bersabda, "Wahai Fulan, apa yang menghalangimu untuk melakukan apa yang diperintahkan sahabat-sahabatmu? Apa yang membuatmu selalu membaca surat ini di setiap rakaat?" Ia menjawab, "Sungguh, aku mencintainya." Beliau bersabda, "Kecintaanmu padanya akan memasukkanmu ke surga."

Diriwayatkan Abu Wa'il

Adam menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'bah menceritakan kepada kami dari 'Amr bin Murrah, dia berkata: Aku mendengar Abu Wa'il berkata: Seorang laki-laki datang kepada Ibnu Mas'ud lalu berkata: “Aku membaca al-Mufashshal tadi malam dalam satu rakaat.” Maka dia berkata: “Ini adalah bacaan cepat seperti bacaan syair. Sungguh aku mengetahui surat-surat yang berpasangan yang biasa dibaca oleh Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) secara bersamaan.” Lalu dia menyebutkan dua puluh surat dari al-Mufashshal, dua surat dalam setiap rakaat.

Bab : Jika seseorang membungkuk di belakang barisan, [saat memasuki masjid dan sebelum bergabung dengan barisan salat]

Diriwayatkan Abu Bakar

Aku sampai di dekat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau sedang rukuk, lalu aku ikut rukuk sebelum sampai ke shaf. Lalu aku sebutkan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Semoga Allah menambah semangatmu, dan jangan ulangi lagi.”

Bab : Itmam At-Takbir (yaitu, mengakhiri angka Takbir atau mengucapkan Takbir dengan sempurna) saat membungkuk. [Lihat Fath al-Bari]

Diriwayatkan Abu Salama

Ketika Abu Hurairah mengimami kami salat, beliau bertakbir setiap kali rukuk dan bangkit dari rukuk. Setelah selesai salat, beliau berkata, “Sungguh, salatku paling mirip dengan salat Rasulullah ﷺ dibandingkan dengan salat kalian semua.”

Bab : Mengucapkan Takbir pada saat bangkit dari sujud

Diriwayatkan 'Ikrima

Musa bin Isma'il menceritakan kepada kami, dia berkata: Hammam mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari 'Ikrimah, dia berkata: Aku salat di belakang seorang syekh di Makkah, dan dia bertakbir dua puluh dua kali. Aku berkata kepada Ibnu 'Abbas: Dia bodoh. Dia berkata: Semoga ibumu kehilanganmu! Itu adalah sunnah Abul-Qasim (semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepadanya). Dan Musa berkata: Aban menceritakan kepada kami, Qatadah menceritakan kepada kami, 'Ikrimah menceritakan kepada kami.

Bab : Tidak melakukan membungkuk dengan sempurna

Diriwayatkan Zaid bin Wahb

Hudzaifah melihat seseorang yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujud. Dia berkata kepadanya, "Kamu belum shalat, dan jika kamu mati, kamu mati di atas agama selain agama Muhammad."

Bab : Keunggulan mengucapkan tangan Allahumma Rabbana lakal (Ya Allah, Tuhan kami!, Semua pujian dan terima kasih adalah untuk-Mu)

Diriwayatkan Abu Huraira

Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila imam mengucapkan ‘Sami’allahu liman hamidah’, maka ucapkanlah ‘Allahumma Rabbana lakal hamdu’. Sesungguhnya barangsiapa yang ucapannya bertepatan dengan ucapan malaikat, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Bab : Orang harus mengucapkan Takbir saat bersujud.

Diriwayatkan Abu Bakar bin 'Abdur Rahman Ibnu Harith bin Hisyam dan Abu Salama bin 'Abdur Rahman

Abu al-Yaman menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu'aib menceritakan kepada kami, dari az-Zuhri, dia berkata: Abu Bakar bin Abdurrahman bin al-Harits bin Hisyam dan Abu Salamah bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku bahwa Abu Hurairah biasa bertakbir pada setiap salat, baik yang wajib maupun yang sunnah, baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan. Beliau bertakbir ketika berdiri untuk salat, lalu ketika rukuk. Kemudian beliau mengucapkan: «سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ», dan sebelum sujud beliau mengucapkan: «رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ». Lalu beliau bertakbir ketika sujud, ketika mengangkat kepala dari sujud, kemudian bertakbir lagi ketika sujud dan ketika mengangkat kepala dari sujud. Beliau juga bertakbir ketika berdiri dari duduk pada rakaat kedua. Beliau melakukan hal itu pada setiap rakaat hingga menyelesaikan salatnya. Ketika selesai salat, beliau berkata: «Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya salatku adalah yang paling menyerupai salat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di antara kalian, dan ini adalah salat beliau hingga beliau meninggalkan dunia.»

Bab : Untuk bersujud di atas tujuh tulang

Diriwayatkan Ibnu 'Abbas

Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) diperintahkan untuk bersujud di atas tujuh anggota badan dan tidak boleh menggulung rambut atau pakaian: dahi (beserta ujung hidung), kedua tangan, kedua lutut, dan kedua kaki.

Bab : Untuk bersujud di hidung dan di lumpur

Diriwayatkan Abu Salama

Telah menceritakan kepada kami Musa, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Yahya, dari Abu Salamah, dia berkata: Aku pergi menemui Abu Sa'id Al-Khudri dan bertanya, "Maukah engkau keluar bersama kami ke kebun kurma untuk berbincang-bincang?" Maka dia keluar. Aku lalu berkata, "Ceritakanlah kepadaku apa yang engkau dengar dari Nabi ﷺ tentang Lailatul Qadar."

Dia berkata: "Rasulullah ﷺ beri'tikaf pada sepuluh hari pertama bulan Ramadan, dan kami pun beri'tikaf bersama beliau. Lalu Jibril datang kepadanya dan berkata, 'Sesungguhnya yang engkau cari itu ada di hadapanmu.' Maka beliau beri'tikaf pada sepuluh hari pertengahan, dan kami pun beri'tikaf bersama beliau. Jibril datang kepadanya dan berkata, 'Sesungguhnya yang engkau cari itu ada di hadapanmu.' Maka pada pagi hari kedua puluh Ramadan, Nabi ﷺ berdiri menyampaikan khutbah, lalu bersabda, 'Barangsiapa yang beri'tikaf bersamaku, hendaklah dia kembali. Sesungguhnya aku telah diperlihatkan Lailatul Qadar, tetapi aku dilupakan (tentang tanggalnya), dan sesungguhnya ia berada pada sepuluh malam terakhir dalam malam-malam ganjil. Dan aku bermimpi seolah-olah aku bersujud di atas tanah lumpur dan air.'"

Waktu itu atap masjid terbuat dari pelepah kurma, dan kami tidak melihat sesuatu pun di langit. Lalu datanglah segumpal awan, dan kami diguyur hujan. Nabi ﷺ kemudian shalat mengimami kami sampai aku melihat bekas tanah liat dan air pada dahi serta hidung Rasulullah ﷺ, sebagai bukti kebenaran mimpi beliau.

Bab : Untuk mengikat pakaian dan membungkusnya dengan benar [dalam Salat (shalat)]; dan barangsiapa mengumpulkan pakaiannya karena takut bagian pribadinya terlihat.

Diriwayatkan Sahl bin Sa'd

Orang-orang biasa shalat bersama Nabi ﷺ dengan mengikatkan kain izar mereka di leher karena ukurannya yang kecil, dan dikatakan kepada para wanita agar mereka tidak mengangkat kepala dari sujud sampai para lelaki duduk tegak.

Bab : Seseorang tidak boleh menyelipkan pakaiannya di As-Salat (shalat)

Diriwayatkan Ibnu 'Abbas

Nabi (ﷺ) bersabda, “Aku diperintahkan untuk bersujud di atas tujuh (anggota badan) dan tidak melipat rambut atau pakaian.”

Bab : Untuk memohon dan memuliakan Allah dalam sujud

Diriwayatkan 'Aisha

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Yahya, dari Sufyan, dia berkata: telah menceritakan kepadaku Mansur, dari Muslim, dari Masruq, dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sering mengucapkan dalam rukuk dan sujudnya:

«سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي» – Mahasuci Engkau, ya Allah, Tuhan kami, dan dengan pujian-Mu; ya Allah, ampunilah aku.

Dengan itu beliau mengamalkan apa yang dijelaskan kepadanya dalam Al-Qur'an.

Bab : Duduk sebentar di antara dua sujud

Diriwayatkan Abu Qilaba

Abu Nu'man menceritakan kepada kami: Hammad menceritakan kepada kami, dari Ayyub, dari Abu Qilabah, bahwa Malik bin Huwairits berkata kepada para sahabatnya: "Maukah kalian aku beri tahu tentang shalat Rasulullah ﷺ?" Dan itu di luar waktu shalat. Maka dia berdiri, lalu rukuk sambil bertakbir, lalu mengangkat kepalanya dan berdiri sejenak, lalu sujud, lalu mengangkat kepalanya sejenak. Dia shalat seperti shalat 'Amr bin Salamah, syekh kami ini. Ayyub berkata: "Dia melakukan sesuatu yang belum pernah kulihat mereka melakukannya; dia duduk pada rakaat ketiga dan keempat." Dia (Malik) berkata: "Kami datang kepada Nabi ﷺ dan tinggal bersamanya. Beliau bersabda: 'Apabila kalian kembali kepada keluarga kalian, shalatlah begini pada waktu begini, shalatlah begini pada waktu begini, dan apabila waktu shalat telah tiba, hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan dan hendaklah yang paling tua di antara kalian yang menjadi imam.'"

Bab : Seseorang tidak boleh meletakkan lengan bawah di tanah selama sujud

Diriwayatkan Anas bin Malik

Nabi ﷺ bersabda, "Luruskanlah dalam sujud, dan janganlah salah seorang dari kalian menghamparkan lengannya seperti menghamparkannya anjing."

Bab : Cara menopang diri di tanah sambil berdiri setelah menyelesaikan Rak'a (setelah dua sujud)

Diriwayatkan Aiyub

Abu Qilabah berkata, "Malik bin Huwairits datang kepada kami, lalu salat mengimami kami di masjid kami ini. Ia berkata, 'Aku salat mengimami kalian, padahal aku tidak ingin salat, tetapi aku ingin memperlihatkan kepada kalian bagaimana cara salat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.'" Ayyub berkata, "Aku bertanya kepada Abu Qilabah, 'Bagaimana salatnya?' Ia menjawab, 'Seperti salat syekh kami ini — yaitu Amr bin Salimah.'" Ayyub berkata, "Syekh itu menyempurnakan takbir, dan apabila ia mengangkat kepalanya dari sujud kedua, ia duduk bersandar ke tanah, kemudian berdiri.

Bab : (Mengatakan tentang) Tashah-hud pada sidang pertama.

Diriwayatkan 'Abdullah bin Malik bin Buhaina

Suatu ketika, Rasulullah ﷺ shalat Zhuhur bersama kami, lalu beliau berdiri (setelah sujud pada rakaat kedua) padahal seharusnya duduk (untuk tasyahud). Maka di akhir shalatnya, beliau sujud dua kali dalam keadaan duduk (sujud sahwi).

Bab : Doa di hadapan Taslim

Diriwayatkan Abu Bakar As-Siddiq

Qutaibah bin Sa'id menceritakan kepada kami: Al-Laits menceritakan kepada kami, dari Yazid bin Abi Habib, dari Abul Khair, dari 'Abdullah bin 'Amr, dari Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, bahwa ia berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Ajarkanlah kepadaku suatu doa yang akan kubaca dalam salatku." Beliau bersabda, "Ucapkanlah: 'Allahumma inni zalamtu nafsi zulman katsiran, wa la yaghfiru adz-dzunuba illa anta, faghfir li maghfiratan min 'indika, warhamni, innaka antal-ghafurur-rahim' (Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dengan kezaliman yang besar, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)."

Bab : Taslim [memalingkan muka ke kanan dan kemudian ke kiri dan mengucapkan "As-Salamu alikum wa rah mat-ullah" di akhir Salat (shalat)]

Diriwayatkan Um Salama

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa'd, telah menceritakan kepada kami az-Zuhri, dari Hind binti al-Harith, bahwa Ummu Salamah radhiyallahu 'anha berkata: Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan salam, para wanita bangkit ketika beliau selesai mengucapkan salam, dan beliau berdiam sebentar sebelum bangkit. Ibnu Syihab berkata: Menurutku – dan Allah lebih mengetahui – bahwa diamnya beliau itu agar para wanita dapat keluar sebelum orang-orang yang telah selesai (salat) menyusul mereka.

Bab : Dzikir (mengingat Allah dengan memuliakan dan memuji Dia) setelah As-Salat (shalat)

Diriwayatkan Abu Huraira

Beberapa orang miskin datang kepada Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) dan berkata, “Orang-orang kaya akan memperoleh derajat yang tinggi dan kenikmatan yang abadi. Mereka salat sebagaimana kami salat, dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa. Mereka memiliki harta lebih, yang dengannya mereka melaksanakan haji dan umrah, berjihad, dan bersedekah.” Beliau bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara yang apabila kalian laksanakan, kalian akan menyusul orang-orang yang telah mendahului kalian, dan tidak ada seorang pun yang akan melampaui kalian, bahkan kalian lebih baik daripada orang-orang di tengah-tengah mereka, kecuali orang yang melakukan hal yang sama. Ucapkanlah “Subhanallah”, “Alhamdulillah”, dan “Allahu Akbar” masing-masing tiga puluh tiga kali setelah setiap salat.” Kami berselisih; sebagian kami berkata, “Kami mengucapkan Subhanallah tiga puluh tiga kali, Alhamdulillah tiga puluh tiga kali, dan Allahu Akbar tiga puluh empat kali.” Maka aku kembali kepada Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam), dan beliau bersabda, “Ucapkanlah: Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar, hingga jumlah semuanya menjadi tiga puluh tiga.”