حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ، عَنْ كُرَيْبٍ، مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم حَيْثُ أَفَاضَ مِنْ عَرَفَةَ مَالَ إِلَى الشِّعْبِ فَقَضَى حَاجَتَهُ فَتَوَضَّأَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُصَلِّي فَقَالَ ‏"‏ الصَّلاَةُ أَمَامَكَ ‏"‏‏.‏
Terjemahan
Diriwayatkan Usama bin Zaid

Saya menunggang di belakang Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) dari 'Arafat dan ketika Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) sampai di celah gunung di sebelah kiri yang berada di depan Al-Muzdalifa dia menyuruh untanya berlutut dan kemudian buang air kecil, dan kemudian saya menuangkan air untuk wudhunya. Dia berwudhu ringan dan kemudian aku berkata kepadanya: (Apakah sudah waktunya untuk) shalat, wahai Rasulullah (صلى الله عليه وسلم)!" Dia menjawab, "Tempat shalat ada di depanmu (yaitu di Al-Muzdalifa)." Maka Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) berkuda sampai sampai di Al-Muzdalifa dan kemudian dia shalat (di sana). Kemudian pada pagi hari (10 Dzulhijjah) Al-Faql (bin 'Abbas) menunggang kuda di belakang Rasulullah (صلى الله عليه وسلم). Kuraib, (seorang sub-perawi) mengatakan bahwa 'Abdullah bin 'Abbas meriwayatkan dari Al-Fadl, "Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) (p.b.u.h) terus membaca Talbiya (selama perjalanan) sampai dia sampai di Jamra." (Jamrat-al-'Aqaba)